Oknum Pembantu Idap Seks Menyimpang, Anak Majikan Diembat

Ilustrasi

Hargo.co.id, GORONTALO – Salah seorang oknum pembantu rumah tangga di Gorontalo diduga idap seks menyimpang. Betapa tidak, tega melakukan oral dan anal seks terhadap anak majikannya yang masih berusia 6 tahun dengan jenis kelamin laki-laki.

Informasi yang berhasil dihimpun, oknum pembantu ini berinisial MIM (19) berdomisili di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulontalangi, Kota Gorontalo. Perbuatan tersangka terbongkar setelah korban yang diberini inisial Q, menceritakan kejadian tersebut kepada neneknya.

Baca Juga: Mahasiswa ‘Ambil Alih’ Palu Sidang di DPRD Kabupaten Gorontalo

Saat itu, Senin (23/09/2019) sekitar pukul 19.30 Wita, Q hendak tidur bersama neneknya. Hanya saja, sebelum tidur, Q menceritakan peristiwa itu kepada neneknya yang mana dirinya disuruh oleh tersangka MIM untuk oral seks dan anal seks. Perlu disampaikan bahwa MIM adalah seorang pria yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kediaman orang tua Q.

Cerita Q membuat neneknya kaget dan saat itu langsung melaporkan ke orang tua korban. Usai menerima informasi itu, Selasa (24/09/2019), orang tua Q mendatangi Polres Gorontalo Kota untuk melaporkan kejadian tersebut.

Baca Juga: Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor DPRD Gorontalo

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Robin Lumban Raja,SIK,M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Deni Muhtamar,S.Sos, SH yang didampingi oleh Kanit PPA Ipda Gita Putri Wulandari,S.Tr.K membenarkan adanya laporan tersebut dan saat ini sementara dalam proses pemeriksaan.

Dijelaskannya, tersangka melakukan perbuatannya tersebut sejak Juni 2019 silam di rumah milik korban. Pada saat itu tersangka yang bekerja di rumah korban, hendak mencuci mobil, tiba-tiba korban datang dan pada saat itu tersangka melakukan aksinya.

Penyidik PPA Polres Gorontalo Kota, Brigadir Umar Bin Khatab, melakukan pemeriksaan terhadap tersangka kasus dugaan prilaku seks menyimpang. (Foto Zulkifli Tampolo/ Hargo.co.id)

“Perbuatan tersangka kepada korban sudah dilakukan sebanyak enam kali. Dua kali di samping rumah milik korban dan empat kali di rumah tersangka. Tersangka pun sempat memberikan uang sebesar seribu rupiah kepada korban dan meminta korban untuk tidak memberitahukan kejadian itu kepada siapa-siapa,” jelasnya, Rabu (25/09/2019).

Lanjut kata mantan Pasukan Khusus Perdamaian Sudan ini, sekarang MIM telah ditetapkan tersangka dan telah dilakukan penahanan atas perbuatan yang dilakukannya tersebut.

“Tersangka diancam dengan Pasal 82 ayat 1  Undang-Undang nomor 17/ 2016 tentang Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 /2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan saat ini masih sementara dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak penyidik PPA Polres Gorontalo Kota,” pungkas mantan Kasat Reskrim Polres Pohuwato ini. (kif/hg)

-