Selasa, 9 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Oknum Polisi Terduga Pelecehan Anak di Bawah Umur Ditetapkan Tersangka 

Oleh Admin Hargo , dalam HumKam Metropolis , pada Minggu, 17 Juli 2022 | 02:05 Tag:
  Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tri Cahyono. (Foto : Humas Polda Gorontalo)

Hargo.co.id, GORONTALO – Polda Gorontalo tengah menangani kasus dugaan tindak pidana persetubuhan dan cabul terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh oknum anggota Polri Brigpol YS dengan korban saat ini tiga orang. 

Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono,SIK dalam keterangannya kepada awak media.

“Memang benar saat ini Polda Gorontalo sedang tangani kasus dugaan tindak pidana persetubuhan dan cabul terhadap tiga orang anak dibawah umur yang dilakukan oleh oknum Brigpol YS anggota Polsek Tolangohula,” kata Wahyu.

Kasus ini bermula dari laporan  salah satu orang tua korban ke SPKT Polda Gorontalo pada Ahad (10 /7/2022) malam.

“Adanya laporan tersebut langsung direspon cepat oleh Bapak Kapolda dengan memerintahkan Kabid Propam dan Dir Reskrimum untuk  segera proses cepat, baik kode etik maupun proses penyidikan tindak pidananya, dan Senin (11/7/2022) Pelaku Brigpol YS diamankan oleh Propam guna pemeriksaan pelanggaran kode etik dan langsung ditempatkan dalam tempat khusus (ditahan)  Propam bersamaan dengan itu Proses penyidikan pidana umumnya  juga berjalan, selanjutnya hari Selasa (12/7/2022) penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum telah menetapkan Brigpol YS sebagai Tersangka,” terang Wahyu.

Wahyu katakan bahwa Kapolda Gorontalo tidak akan mentolerir atas perbuatan tidak beradab atau amoral yang dilakukan Brigpol YS .

“Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo atas kejadian ini, yang jelas apa yg dilakukan oleh Oknum Brigpol YS telah melanggar nilai nilai etika kepolisian  dan Bapak Kapolda secara  tegas akan berikan sanksi yang paling berat, terhadap Oknum Brigpol YS akan diberikan 2 ( dua)  sanksi yaitu Kode Etik  dan Sanksi Pidana Umum sesuai ketentuan yang diatur dalam UU Perlindungan anak,” jelasnya.

Dengan adanya Peraturan Kepolisian yang baru nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Komisi Kode Etik Polri, apa yang dilakukan oleh Oknum Brigpol YS termasuk kategori pelanggaran berat.

“Perbuatan Oknum Brigpol YS  dapat dikategorikan pelanggaran berat, sehingga dapat diproses kode etik dengan sanksi terberat yakni PTDH melalui mekanisme sidang komisi kode etik tanpa harus menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht)  dan   selain itu proses penyidikan tindak pidananya juga jalan,” imbuh Wahyu. (***)

 

Rilis : Humas Polda Gorontalo

(Visited 121 times, 1 visits today)

Komentar