Oktober Penerimaan CPNS, Usia 40 Tahun Bisa Melamar

Ilustrasi

Hargo.co.id, JAKARTA – Pemerintah memastikan segera membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini. Bahkan, kabar terbaru pengumuman pengadaan CPNS 2019 akan dilakukan sekitar akhir September atau awal Oktober.

Pengumuman melalui website Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dan website instansi masing-masing baik pusat maupun daerah.

“Insya Allah pengadaan rekrutmen CPNS akan diumumkan akhir September atau awal Oktober lewat situs resmi pemerintah,” kata Sekretaris KemenPAN-RB Dwi Wahyu Atmaji di Jakarta, baru-baru ini, seperti yang dilansir jpnn.com.

Hingga saat ini, lanjutnya, KemenPAN-RB sedang melakukan finalisasi penetapan formasi untuk pengadaan CPNS 2019 pada instansi pusat maupun daerah. Finalisasi formasi sesuai dengan usulan pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga di Indonesia, termasuk di Provinsi Gorontalo.

Setelah penetapan formasi, setiap instansi yang mendapatkan formasi akan mengumumkan pengadaan CPNS di instansi masing-masing. Antara lain akan berisi: jabatan yang lowong dan akan diisi, jumlah formasi untuk setiap jabatan, persyaratan untuk setiap jabatan (termasuk syarat pendidikan minimal), serta tata cara dan waktu pendaftaran.

KemenPAN-RB juga membuka kesempatan bagi pelamar yang berusia 40 tahun untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Penerimaan CPNS 2019 ini tentu didasari beberapa persyaratan. Keputusan tersebut telah ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17 Tahun 2019 pada 3 Juli 2019 dan ditandatangani Presiden Joko Widodo.

Dwi Wahyu Atmaji menjelaskan bahwa ada enam posisi yang bisa dilamar oleh mereka yang berusia 35-40 tahun. Yakni dokter, dokter gigi, dokter pendidikan klinis, dosen, peneliti dan perekayasa.

Bagi pelamar yang usianya di rentang 35-40 tahun pendidikannya minimal adalah dokter atau dokter gigi spesialis atau doktor (S3). Sementara, apabila pelamar berusia maksimal 35 tahun pada saat mendaftar maka tidak harus memiliki pendidikan dokter, dokter spesialis atau doktor (S3).

Khusus untuk dosen, sesuai UU tentang Guru dan Dosen, pendidikan minimal adalah S2 atau yang setara.

“Kebijakan ini diambil pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tenaga pada enam jabatan tersebut dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, hasil penelitian dan perekayasaan teknologi,” terang Dwi Wahyu.

Terkait dengan penerimaan CPNS 2019, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya penipuan yang berhubungan dengan pengadaan CPNS. Dalam sistem seleksi yang diberlakukan selama ini, tidak ada seorang pun yang bisa membantu agar seseorang dapat diterima menjadi CPNS.

“Meskipun telah diingatkan tentang hal ini berkali-kali, masih ada saja masyarakat yang tertipu. Hal ini jangan sampai terjadi lagi,” ujarnya.(esy/jpnn)

-