Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Operasi Pasar, 60 Ton Gula Disiapkan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 23 Juni 2016 | 14:19 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Untuk mengantisipasi adanya penimbunan dan permainan harga gula, Diskopperindag Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan PT Pabrik Gula (PG) Gorontalo telah menyiapkan sedikitnya 60 Ton gula untuk rangkaian operasi pasar. Puluhan ton gula itu akan dijual dengan harga yang murah dalam operasi pasar di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo.

Kegiatan yang diikuti oleh PG sejak agenda pasar murah diselenggarakan di rumah dinas Gubernur beberapa hari sebelum memasuki bulan puasa. Terlebih, saat ini salah satu yang termasuk bahan pangan ini terbilang barang yang cukup mahal di pasaran. Abdullah Hayati, Staf Khusus Direksi PT PG Gorontalo kepada Gorontalo Post mengatakan, pihaknya merasa terpanggil dengan adanya fenomena nasional harga gula yang cukup tinggi yang menembuh hingga Rp 18 Ribu per kilogram (Kg).

BACA  TP PKK Gorontalo Gandeng Dikes Bantu Salurkan Vaksinasi ke Masyarakat

Kegiatan pasar murah tersebut PT PG bersama Diskopperindag menjual gula di bawah harga pasaran Rp 12.500 per Kg. Namun, oleh karena agenda ini juga diimbau dari pusat, Diskopperindag Provinsi Gorontalo mensubsidi penjualan tersebut sebesar Rp 2.500 per Kg sehingga masyarakat tetap dapat menikmati kebutuhan gulanya dengan harga Rp 10.000 per Kg.

BACA  Warga Terdampak Covid-19 Dapat Bantuan Pangan dari Pemprov Gorontalo 

Ini jelas sangat membantu terlebih kebutuhan kalori dari gula saat berbuka puasa sangat diperlukan dalam minuman manis. Bersama TP PKK Provinsi Gorontalo aksi operasi pasar akan terus bergerak di seluruh kabupaten. Seperti hampir masuk perbatasan, pasar murah digelar di Paguat, Pohuwato.

BACA  Gubernur Ingatkan Kabupaten-Kota untuk Realisasikan Fisik dan Keuangan

Ketua TP PKK Prov Gorontalo Idah Syaidah selalu mendampingi Gubernur Rusli Habibie pun turut dalam pasar murah tersebut. Apalagi beberapa ibu rumah tangga tengah bersiap-siap untuk membuat panganan ringan seperti kue dan sebagainya. Kue-kue itu yang akan dihidangkan pada hari raya Idul Fitri juga membutuhkan gula dalam bahan pembuatannya. Kebanyakan kue yang dihasilkan sendiri oleh masyarakat Gorontalo serba manis, karena itu dibutuhkan pemanis dari baham gula pasir.(axl/hargo)


Komentar