Operasi Patuh, Polisi dan Wartawan Melanggar Ikut Ditilang

Propam Polres Bone Bolango melakukan pemeriksaan kelengkapan anggota pada saat operasi patuh.

Hargo.co.id, GORONTALO – Pada pelaksanaan Operasi Patuh Otanaha 2019, tak hanya masyarakat saja yang menjadi sasaran penegakan aturan lalu lintas, akan tetapi anggota Polri pun dilakukan hal yang sama, termasuk wartawan. Apabila ada yang melanggar, meski sebagai anggota Polri maupun wartawan, tetap dilakukan tilang.

Pantauan Hargo.co.id, Satuan Lalu Lintas Polres Bone Bolango sekitar pukul 07.00 Wita, melakukan operasi di pintu masuk Polres Bone Bolango. Pelaksanaan Operasi Patuh Otanaha 2019 itu pun menyisir para personel Polres Bone Bolango. Pelaksanaan operasi tersebut turut melibatkan Propam Polres Bone Bolango. Meski demikian, ketika dilakukan pemeriksaan baik itu kelengkapan kendaraan maupun kelengkapan surat-suratan pengendara, tidak ditemukan adanya pelanggaran lalu lintas.

“Anggota Polri sekalipun akan kami tilang apabila melakukan pelanggaran. Tidak perduli siapa dia, bekerja dimana, jabatannya apa? Ketika melakukan pelanggaran tetap kami proses dan kami tilang. Hal ini tidak lain untuk menjadikan wilayah Bone Bolango pada khususnya dan Gorontalo pada umumnya, taat dan sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas,” ungkap Kapolres Bone Bolango, AKBP Desmont Herjendro Agitson Putra,SIK,MT melalui Kasat Lantas AKP I Made Parwita,SH,SIK,M.Si.

Sementara itu, pada pelaksanaan Operasi Patuh Otanaha yang dilaksanakan di Kota Gorontalo, Selasa (3/9), baik itu oknum anggota Polri, keluarga anggota Polri, ASN hingga wartawan, turut dilakukan penindakan ketika melakukan pelanggaran. Pada saat pelaksanaan operasi dengan menggunakan system hunting, kurang lebih ada 27 pelanggaran yang dilakukan tilang, dimana dari 27 kasus tersebut, 22 unit kendaraan bermotor ditahan dan 5 SIM serta STNK diamankan. Uniknya, ada oknum masyarakat yang mengaku keluarga Polisi dan ada pula yang mengaku wartawan. Meski demikian, karena melanggar aturan lalu lintas, anggota Satuan Lalu Lintas Polres Gorontalo Kota tetap melakukan tindakan tegas.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Robin Lumban Raja,SIK,M.Si melalui Kasat Lantas AKP Ryan Dodo Hutagalung,SH,SIK yang disampaikan oleh KBO Lantas Iptu Lingga Ramadhani,S.T.K menjelaskan, sasaran dari operasi dengan menggunakan system hunting ini diantaranya, tidak menggunakan helm, tidak melengkapi kaca spion, knalpot racing, menggunakan telfon genggam saat berkendara, tidak menggunakan plat nomor, melanggar marka jalan, tidak mematuhi rambu lalu lintas, melawan arus dan pengemudi dibawah umur.

Sistem Hunting di wilayah Polres Gorontalo Kota banyak menemukan pelanggaran yang tidak menggunakan helm. Bahkan ada beberapa oknum yang mengaku keluarga anggota Polri dan wartawan, yang ditindak.

“Ada kurang lebih 27 kasus pelanggaran yang kami temukan dan telah kami lakukan penindakan berupa tilang. Tujuannya yakni untuk menciptakan masyarakat yang tertib berlalu lintas, menekan angka kecelakaan fatal terutama kendaraan roda dua serta mensosialisasikan pentingnya keselamatan dalam berkendara,” jelasnya.

Dalam operasi itu pula kata mantan Kapolsek Randangan ini, ditemukan pelanggar yang mengaku sebagai keluarga anggota Polri dan bahkan ada yang mengaku sebagai wartawan. Meski demikian, semua tetap ditindak ketika melakukan pelanggaran.

“Kami tidak membedakan antara masyarakat yang satu dengan lainnya. Siapapun dia, ketika dia melanggar aturan lalu lintas, pasti akan kami tindak sesuai dengan proses dan prosedur,” pungkasnya. (kif/hg)

-