Minggu, 12 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Panglima TNI: WNI yang Diobservasi di Natuna Semuanya Dinyatakan Sehat

Oleh Mufakris Goma , dalam Kabar Nusantara , pada Kamis, 13 Februari 2020 | 20:05 WITA Tag: ,
  Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )


Hargo.co.id – Sebanyak 238 Warga Negara Indonesia (WNI) di Natuna, Kepulauan Riau akan segera mengakhiri masa karantinanya. Pada 15 Februari 2020 mendatang mereka direncanakan akan dipulangkan ke keluarga masing-masing.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, seluruh WNI yang dikarantina dalam keadaan sehat. Oleh karena itu, warga di sekitar tempat tinggal para WNI tidak perlu khawatir tertular virus korona. “Sebanyak 238 WNI dari Wuhan Tiongkok yang diobservasi di Natuna semuanya dinyatakan sehat. Ini sesuai dengan prosedur kesehatan standar WHO terkait dengan virus Korona,” kata Hadi di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (13/2).

BACA  Bareskrim Periksa 11 Orang Terkait Kasus Maria Pauline

Hadi pun mengapresiasi ratusan personel TNI-Polri dan unsur terkait yang tergabung dalam Satgas Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Operasi Bantuan Kemanusiaan Natuna. Mereka dianggap memiliki peran penting selama proses observasi dilakukan.

Hadi menyampaikan, Kogasgabpad Operasi Bantuan Kemanusiaan ini hanya butuh waktu kurang dari 2 hari untuk mempersiapkan dan melaksanakan operasi kemanusiaan ini. Baginya, ini adalah kebanggaam tersendiri karena baru kali ini pemerintah Indonesia melaksanakan observasi sesuai dengan standar kesehatan dunia WHO.

BACA  Ini Langkah AMSI Setelah Jadi Konstituen Dewan Pers
Penumpang MRT menggunakan masker di Kawasan stasiun MRT Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (5/2/2019). Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Coronavirus sebagai kondisi darurat Internasional pada 31 Januari 2020. Hal ini dibuktikan dengan adanya penyebaran virus yang meluas sebanyak 18 negara yang terkena Coronavirus. Masyarakat turut antisipasi penyebaran virus dengan menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

“Fasilitas yang diperlukan mulai dari perlengkapan mengangkut dari Jakarta menuju Natuna yang jaraknya cukup jauh mempersiapkan segala sesuatunya membuat parameter menggelar pasukan untuk pengamanan wilayah observasi,” jelasnya.

BACA  Presiden Jokowi Blak-blakan Kinerja Para Menterinya Belum Memuaskan

Sebelumnya, Kepala Badan Nasiona Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo memastikan, warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok yang telah menjalani observasi selama dua minggu di Natuna akan dipulangkan pada Sabtu (15/2). Namun, hal ini akan dikonsultasikan dengan Kementerian Kesehatan dan pihak organisasi kesehatan PBB yakni World Health Organization (WHO).

“Sesuai dengan alokasi waktu, selama 14 hari sejak diterima di Natuna, maka jatuh pada tanggal 15 Februari yang akan datang jam 12 siang. Namun kami tetap berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan dan juga berkoordinasi dengan pihak WHO,” kata Doni di kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Jakarta, Kamis (13/2).

Doni menyampaikan, WNI yang diobservasi di Natuna telah terdaftar terkait tujuan akhir mereka. Namun, untuk penjemputan mereka dilakukan di Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma.

*Berita ini juga terbit di jawapos.com edisi kamis 13 februari 2020


Komentar