Selasa, 15 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Panjat Kelapa, Warga Dulamayo Nekat Bunuh Diri

Oleh Aslan , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 3 Januari 2018 | 10:33 WITA Tag: ,
  


TIBAWA, Hargo.co.id – Warga di Desa Mootilango, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo dibuat geger dengan aksi nekat Ahmad A Agu (40). Warga Desa Bulila, Kecamatan Telaga ini memanjat sebuah pohon kelapa setinggi 20 meter dan berniat mengakhiri hidupnya. Penyelamatan pun berlangsung dramatis, kemarin, Selasa (2/1).

Sebelumnya, aksi Ahmad pertama kali diketahui oleh istrinya, Suri Kamile (39). Ahmad memanjat sebuah pohon kelapa yang berada di belakang rumah kakaknya di Desa Mootilango, Tibawa, Senin (1/1) pukul 12.00 Wita. Sejak saat itu dia tidak mau turun. Berbagai usaha pun dilakukan pihak keluarga, mulai dengan membujuk hingga meminta bantuan tim rescue Basarnas, termasuk Medis.

BACA  Bupati Tutup Tempat Wisata di Gorontalo Utara untuk Sementara

Meski demikian, Ahmad tidak bergeming. Dia tetap bertahan diatas kelapa yang berada di dataran tinggi yang menghadap langsung dengan laut.

Pihak keluarga kembali mencoba bernegosiasi untuk membujuknya. Ahmad pun meminta untuk diantarkan kopi dan makanan dan berjanji akan turun jika permintaannya sudah dikabulkan. Namun setelah diantarkan makanan dan kopi, Ahmad berubah pikiran lagi.

Setelah beberapa jam mencari cara untuk menyelamatkan Ahmad dari bahaya, akhirnya Abdullah S Agu (22), keponakannya yang sebelumnya sempat mengantarkan makanan dan minuman tadi mencoba naik keatas pohon untuk membujuknya. Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Ahmad berhasil dibujuk dan mau turun.

Lantas Tim rescue langsung naik ke atas pohon dan mencoba menyelamatkan Ahmad menggunakan Tactical Escenders yang sudah dipersiapkan di bawah pohon, sembari menunggu aba-aba dari Abdullah (22).

BACA  Diduga Sebar Fitnah, Seorang Warga Ditampar Kades

Warga pun langsung memadati lokasi saat tim dari Basarnas menurunkan Ahmad dari pohon kelapa. Penyelamatan pun berjalan dramatis, karena korban sempat mengancam untuk melompat jika ada yang berusaha mendekat.

Suri Kamile, sang isteri, mengaku jika beberapa waktu ini suaminya sering mengalami gangguan jiwa. “Sudah satu bulan ini penyakitnya timbul tenggelam. Apalagi saat dia marah, pasti penyakitnya kambuh. Kemarin warga mendapatinya sudah berada di sebuah pohon yang berada jauh dari perkampungan,” ungkap Suri.

BACA  Berkeliaran di Tempat Umum, ODGJ di Kota Gorontalo Perlu Ditertibkan¬†

Dirinya juga menambahkan jika penyakit Ahmad, dimulai semenjak percekcokan antara ahmad dan saudara iparnya. “Sebelumnya ada baku ambe dengan saudaranya, sejak saat itu dia sudah sering sakit-sakitan dan belakangan sudah seperti mengalami gangguan jiwa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Gorontalo, Muslimin, melalui Kasubsi Operasi, Saktiyanto, menjelaskan, jika penyelamatan tersebut memang memerlukan waktu lama karena proses negosiasi dengan korban yang lama karena korban sempat mengancam untuk melompat.

“Memang yang menyebabkan proses penyelamatan menjadi lama karena yang bersangkutan susah untuk dibujuk. Tapi tadi pukul 16.30 Wita. Alhamdulillah, Ahmad sudah bisa diselamatkan petugas,” jelas Saktiyanto saat ditemui di lokasi.(tr-56/hg)


Komentar