Kamis, 21 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pansus Angket Bantah ‘Masuk Angin’ Ketua DPRD Beri Garansi Kasus Rekaman Tak Lama Lagi Selesai

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Selasa, 5 September 2017 | 15:02 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id Gorontalo – Sedikitnya 500 massa aksi kembali menduduki kantor DPRD Kabupaten Gorontalo, kemarin, Senin, (4/9). Aspirasi mereka masih sama, yakni mendesak kepada anggota dewan yang terhormat, khususnya Panitia Khusus (Pansus) Hak Hangket untuk mengungkap kasus rekaman “minta fee proyek” yang diduga menyeret oknum pejabat. Pasalnya, waktu kinerja pansus sejatinya hanya 60 hari sejak resmi dibentuk.

Dari pantauan Gorontalo Post, anggota Pansus Angket yang menagani kasus menyeret oknum pejabat di Kabupaten Gorontalo tersebut dinilai lamban dan tidak transparan kepada khalayak umum.

Terlebih dengan pemanggilan terhadap nama-nama yang disebutkan dalam kasus tersebut dinilai kurang. Meski sempat dorong-dorongan dengan aparat kepolisian yang berjaga, aksi yang dilakukan beberapa himpunan mahasiswa tersebut berjalan tertib setelah beberapa anggota DPRD bersedia duduk bersama di halaman kantor DPRD untuk menjawab semua tuntutan massa aksi.

BACA  Waspada, Terjadi Begal Payudara di Kabupaten Gorontalo

Seperti yang dikemukakan Jefri Polinggapo. Dalam orasinya meminta agar para anggota dewan yang menangani kasus tersebut untuk tetap konsisten dan jangan sampai masuk angin “masuk angin”. Dia juga menuntut ketua Pansus Angket yang berjanji akan menyelesaikan persoalan ini dengan waktu yang tidak lama.

Senada dengan hal itu, Ketua PMII Noval Katili dalam orasinya meminta agar Pansus jangan hanya terkesan lamban, mengingat dalam UU MD3, Pansus Angket hanya berlaku berlaku 2 bulan atau 60 hari. Olehnya, ada tindak cepat dari para anggota Pansus.

BACA  Disedot Tak Ada Hasil, Genangan Air di Simpang Empat BRI Andalas Terus Disorot

Mereka juga meminta agar oknum-oknum yang terlibat bisa dijemput secara paksa jika mangkir dari panggilan Pansus Angket. “Transparansi Pansus Angket dalam mengungkap kasus tersebut dinilai kurang terbuka untuk publik dalam hal penyidikan penyidikan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Pansus Angket, Eman Mangopa, mengatakan, pihaknya masih tetap konsisten untuk mengusut kasus tersebut. “Untuk dugaan adanya anggota dewan yang sudah masuk angin, itu tidak benar adanya,” ungkap Eman.

Dia menambahkan, untuk pemanggilan sejumlah nama yang terlibat, pihaknya sudah melakukan panggilan meski pun ada beberapa diantaranya mangkir dari panggilan Pansus, “Sementara pemanggilan-pemanggilan nama yang terlibat, beberapa orang masih mangkir dan akan dijemput paksa, untuk oknum pejabat yang disebutkan, besok baru pemanggilan kedua” tutur Eman Mangopa.

BACA  Pengunjung Membludak, Pantai Minanga 'Disegel' Petugas

Terpisah, Ketua DPRD Sahmid Hemu juga memberi garansi dalam waktu dekat bisa memberikan hasil kinerja Pansus yang sekarang masih berproses.

“Saya bisa menjamin, hingga saat ini belum ada satu pun yang masuk angin apalagi ada intervensi dari pihak-pihak lain,” tutup Sahmid.

Setelah mendapatkan jawaban dari beberapa anggota DPRD, massa aksi langsung meninggalkan halaman Kantor DPRD dan berjanji jika kasus ini tidak bisa diselesaikan, para demonstran akan kembali lagi dalam jumlah yang lebih besar.(tr-56/hg)


Komentar