Sabtu, 12 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pantau Gerhana Bulan Total dari IAIN Gorontalo 

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 26 Mei 2021 | 20:05 WITA Tag:
  BMKG Gorontalo saat melakukan pemantauan gerhana bulan total di halaman kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo bersama mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo. (Foto: Istimewa/ Rita Setiawati untuk Hargo)


Hargo.co.id, GORONTALO – Peristiwa gerhana bulan total yang juga disebut sebagai bulan merah super (super blood moon) yang hanya bisa disaksikan 195 tahun sekali.  Fenomena ini bisa disaksikan di berbagai wilayah yang ada di Indonesia. Dan salah satu wilayah yang beruntung dapat menyaksikan super blood moon dengan mata telanjang adalah Gorontalo.

Berdasarkan pantauan Hargo.co.id pantauan gerhana bulan yang ada di Gorontalo yang dilaksanakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo bersama mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai berlokasi di halaman kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo yang dimulai pukul 17.00 sd selesai pada rabu, 26 mei 2021.

BMKG Gorontalo melakukan pantauan mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai karena mereka belajar ilmu Falak (ilmu astronomi). 

“Mudah-mudahan dengan adanya kerjasama ini nanti kedepannya bisa ditingkatkan lagi dengan didukung oleh peralatan juga. Dengan keterbatasan alat kita masih bisa live streaming di Youtube,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Geofisika Gorontalo, Gandamana Matondang.

Lanjut kata Gandamana Matondang, awal gerhana bulan untuk wilayah Gorontalo terlewatkan. Kecuali di Papua yang dimulai pada pukul 16.46 WIT. Di Gorontalo sendiri, hanya bisa mulai melihat gerhana bulan sebagian yang dimulai pukul 17.44 Wita.

“Pantauan ini berakhir pada 21.51 Wita nanti, sampai gerhana bulan berakhir dan akan kembali normal. Ini merupakan fenomena alam astronomi yang sangat langka dan ini merupakan mukjizat yang diberi oleh Tuhan karena ada fenomena-fenomena yang bisa kita lihat dan harus kita syukuri,” ungkap Gandamana Matondang.

Masih pada kesempatan yang sama, Gandamana Matondang mengungkapkan jika dampak dari Gerhana Bulan Total (GBT) berwarna merah (Super Blood Moon) yakni air pasang naik. Namun,  tidak berakibat banjir dan tsunami. Masyarakat pesisir diimbau agar bersikap tenang karena kondisi cuaca saat ini yang sangat mendukung, tidak berawan dan tidak turun hujan di wilayah Provinsi Gorontalo.

Namun, masyarakat Gorontalo harus tetap bersyukur karena dapat melihat fenomena yang sangat langka yang hanya terjadi selama 195 tahun sekali itu. (rita/ung/hargo)

BACA  Ini Yang Dilakukan Pemprov Gorontalo Hadapi PPKM Mikro

Komentar