Selasa, 24 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Para Imigran Amerika Bikin Tandingan Kebijakan Trump, Mereka…

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Jumat, 17 Februari 2017 | 09:57 Tag: ,
  

Hargo.co.id – PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump terbukti telah kebal protes. Apalagi jika protes itu bertujuan menggagalkan kebijakan imigrasi kontroversial yang dilahirkan lewat perintah eksekutif 27 Januari lalu. Jangankan unjuk rasa. Keputusan pengadilan juga tidak melunakkan Trump. Namun, dia justru mencari jalan lain untuk tetap menerapkannya.
Memahami sifat keras kepala Trump, para aktivis mencoba cara selain demonstrasi untuk menandingi kebijakan yang kini ditangguhkan tersebut. Kemarin (16/2) mereka melangsungkan aksi bertajuk A Day Without Immigrants alias Satu Hari tanpa Imigran. Seruan yang kali pertama muncul di media sosial dan disebarluaskan dari mulut ke mulut itu berskala nasional. Target aksi tersebut adalah sekolah-sekolah, perkantoran, pertokoan, dan restoran.
”Pak Presiden, tanpa kami dan tanpa kontribusi kami, negeri ini lumpuh,” bunyi tulisan pada salah satu poster yang beredar di jagat maya kemarin. Lewat aksi tersebut, para aktivis HAM dan pembela imigran mengimbau seluruh imigran di Negeri Paman Sam untuk mogok. Tidak hanya mogok kerja, tapi juga mogok sekolah, mogok makan di restoran, dan mogok belanja.
Penyelenggara aksi menyarankan seluruh imigran di AS tidak beraktivitas di luar rumah selama sehari. ”Hal itu bertujuan menunjukkan kepada Presiden Trump bahwa kaum imigran punya peran penting dalam kehidupan bangsa ini,” kata seorang jubir aksi. Selain berlangsung di Kota New York dan Kota Philadelphia, aksi Satu Hari tanpa Imigran tersebut digelar di Kota Houston dan Kota Raleigh.
Chef Jose Andres yang juga dikenal sebagai selebriti menyatakan dukungannya terhadap aksi itu. ”Saat pegawai Anda yang tidak pernah absen tiba-tiba berkata akan membolos pada Kamis ini (kemarin, Red) dan terlibat dalam aksi pro-imigran, tidak ada yang bisa Anda lakukan kecuali mendukungnya,” papar pria yang pernah bermasalah dengan Trump karena membatalkan kesepakatan kerja itu.
Sebagai wujud keseriusan dukungannya, chef kelahiran Spanyol tersebut menutup Oyamel, restoran miliknya, kemarin. Belasan restoran lain di kota-kota besar AS juga melakukan hal yang sama. Termasuk gerai restoran top New York, Blue Ribbon. ”Itu merupakan bentuk dukungan kami terhadap para staf. Hal tersebut kami lakukan karena semua satu keluarga, satu tim,” tegas Eric Bromberg, co-owner Blue Ribbon. (Reuters/hep/c16/sof/tia)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar