Kamis, 30 Juni 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Parfum dan Kosmetik Ilegal Disita, Ini Sebabnya

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 14 Juli 2018 | 16:00 Tag: , ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Seruan berhati-hati dan teliti sebelum mengkonsumsi kembali disampaikan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo. Kali ini seruan tersebut berkaitan dengan parfum dan kosmetik. Pasalnya, baru-baru ini BPOM menyita sebanyak 119 jenis parfum dan kosmetik ilegal.

Menariknya, parfum yang disita itu cukup familiar di kalangan masyarakat. Alias cukup banyak dijual bebas di toko parfum. Sayangnya, parfum yang menggunakan brand Eropa maupun Arab itu tak memiliki nomor registrasi/izin resmi BPOM. Di samping itu kandungan parfum dinilai mengandung bahan berbahaya.

Sementara itu kosmetik ilegal yang diamankan terdiri beragam jenis. Mulai dari lipstik hingga perawatan tubuh. Nilai dari produk kosmetik ilegal tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp 186 Juta.

Plh Kepala BPOM di Gorontalo Sumiaty Haslinda mengemukakan, ratusan jenis kosmetik dan parfum illegal ini diperoleh dari hasil razia tim BPOM Gorontalo pada 11-12 Juli 2018. Razia yang dilaksanakan bersama Kepolisian itu dilakukan secara tertutup (diam-diam).

“119 item produk kosmetik tersebut disita dari tiga pedagang pasar Rabu, Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo,” ungkap Sumiaty.

Selain itu hasil penelusuran petugas yang menemukan sedikitnya lima toko yang diduga pemasok kosmetik ilegal. Masing-masing di kawasan Jalan Beringin, Jalan Imam Bonjol, Jalan Dewi Sartika, Jalan Tondano dan Jalan S Parman Kota Gorontalo.

“Jadi sekarang ada delapan pelaku yang sudah diamankan oleh pihak kepolisian Polres Gorontalo Kota,” kata Sumiaty Haslinda, Jumat (13/7).

Lebih lanjut Sumiaty Haslinda menjelaskan, kedelapan orang masih dilakukan proses pemeriksaan penyidik terkait dugaan kepemilikan, maupun peredaran produk kosmetik ilegal itu.

“Dari 119 item kosmetik yang diamankan, terhitung berjumlah 19.732 picis. Jenisnya terbagi dua, berbahan dasar alami (herbal) dan berbahan dasar kimia,” ujarnya.

Sumiaty berpendapat, ditemukannya produk ilegal dengan kandungan kimia berbahaya itu, menjadi pertanda masih maraknya peredaran kosmetik ilegal di Gorontalo. Peredaran kosmetik-kosmetik tanpa izin ini lanjut Sumiaty bukan hanya melalui jalur jual beli secara konvensional. Namun, beredar luas melalui platform media sosial.

“Terutama facebook. Karena sudah ada beberapa akun facebook yang kita temukan. Dan hampir tiap tahun saat melakukan kegiatan penertiban pasar, kita pasti menemukan barang-barang ilegal ini,” ujarnya.

Sumiaty berharap, masyarakat Gorontalo lebih berhati-hati menggunakan bahan-bahan kecantikan. Sebab, pemakaian yang tidak jeli dan hati-hati hanya berakibat fatal terutama gangguan pada kesehatan kulit.(tr60/gp/hg)

(Visited 14 times, 1 visits today)

Komentar