Selasa, 18 Februari 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Paripurna HUT Provinsi Sepi, Gubernur, Dua Pimdeprov, 16 Aleg Absen

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 6 Desember 2019
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Rapat paripurna DPRD Provinsi Gorontalo dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Provinsi Gorontalo di ruang sidang Deprov Gorontalo, Kamis (05/12/2019) berbeda dari biasanya.

Seperti yang dilansir Gorontalo Post, rapat yang berlangsung mulai pukul 10.00 Wita itu terlihat sepi. Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Ketua Deprov Paris Jusuf, Wakil Ketua Deprov Kris Wartabone dan 16 Aleg tak hadir. Rapat paripurna itu juga tak menghadirkan tamu kehormatan baik dari pusat maupun daerah tetangga.

Selain itu, 7 wakil Gorontalo di Senayan yaitu tiga orang anggota DPR-RI dan empat orang anggota DPD-RI juga tak hadir. Bahkan para mantan gubernur dan wakil gubernur juga tak ada. Kursi tamu undangan VIP A dan VIP B yang menjadi tempat duduk para pejabat dari Jakarta dan kepala daerah, banyak kosong.

Sehingga rapat paripurna HUT Provinsi terlihat tidak spesial seperti tahun-tahun sebelumnya. Terasa bukan seperti rapat paripurna istimewa. Hanya rapat paripurna biasa. Yang terlihat beda hanya dekorasi ruangan yang dipenuhi ornamen adat. Dan para anggota DPRD yang hadir dan pejabat Pemprov menggunakan baju adat. Hanya itu saja yang terlihat berbeda. Tapi aura suka cita paripurna HUT Provinsi sama sekali tidak terasa.

Kondisi inipun ikut dirasakan oleh para anggota Deprov. Sejumlah personil Komisi I yang sempat berbincang dengan Gorontalo Post menyatakan, paripurna HUT Provinsi kali ini paling sepi dari tahun-tahun sebelumnya. “Seperti tidak ada momentum istimewa. Sama seperti kalau kita lebaran idul fitri bukan di daerah muslim. Nuansa lebaran idul fitri sama sekali tidak terasa. Kondisinya sama seperti sekarang,” ujar Ketua Komisi I AW Thalib yang diamini beberapa personil Komisi I lain seperti Hidayat Bouti dan Yuriko Kamaru.

Wakil Ketua Deprov Gorontalo Sofyan Puhi yang memimpin rapat paripurna mengatakan, ketidakhadiran Gubernur, dua pimpinan DPRD dan sebagian besar anggota DPRD dalam sidang paripurna kemarin, karena sedang menghadiri agenda partai di Jakarta.

“Gubernur dan Anggota DPRD dari Golkar sedang menghadiri Munas. Begitupun anggota DPRD dari PDIP juga ada acara partai,” jelasnya.

Soal tak adanya tamu kehormatan, Sofyan Puhi mengatakan, dalam rapat paripurna istimewa HUT Provinsi sedianya akan mengundang Menteri atau pejabat teras Kementerian. Tapi, saat ini para menteri masih sibuk dengan konsolidasi internal.

“Karena mereka kan masih adaptasi dan menyusun program baru,” jelasnya. “Kalau para anggota DPR dan DPD mereka kebetulan masih ada agenda kerja. Nanti tanggal 25 mereka ada agenda reses di Gorontalo,” jelasnya.

Menurut juru bicara Gubernur Gorontalo, Noval Abdussamad,Gubernur Rusli Habibie tak bisa hadir pada paripurna disebabkan sedang menjalani sejumlah agenda pemerintahan di luar daerah. “Gubernur sedang memperjuangkan kepentingan rakyat Gorontalo,” katanya.
Ia mengungkapkan, agenda terbaru Gubernur Rusli Habibie yaitu melakukan pertemuan dengan Menteri Sosial, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Kejaksaan Agung dan Mabes Polri.

“Beberapa hari yang lalu Pak Gubernur menemui Menteri Sosial untuk melaporkan hasil verifikasi dan validasi data masyarakat kurang mampu sebagai penerima bantuan pemerintah dan diusulkan dibiayai oleh APBN, alhamdulillah Pak menteri setuju dan merestui usulan tersebut,” ujarnya.

Sselanjutnya, kata Noval, Gubernur Rusli Habibie menemui Jaksa Agung, Menteri PPN/Bappenas dan Mabes Polri untuk proses pengembangan RSUD Ainun Habibie yang sudah dinantikan oleh rakyat Gorontalo.

Sementara itu, Wagub Idris Rahim saat dikonfirmasi terkait sepinya paripurna HUT Provinsi Gorontalo dari para tamu kehormatan, mengatakan, HUT Provinsi Gorontalo tahun ini memang dikemas sederhana dan efisien. “Kita tidak mengutamakan ceremoni, yang penting adalah program program untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan,” katanya.

Bagaimana dengan tahun depan nanti, Idris mengisyaratkan, pelaksanaanya akan tetap sederhana. Sebab sesuai instruksi pemerintah pusat agar pemda melihat tantangan hari ini yakni pelemahan ekonomi global. “Kalau kita tidak hati hati akan mengalami turbelensi ekonomi,” tegasnya.

Di sisi lain, pada paripurna di Deprov Gorontalo, Wagub Idris Rahim mengatakan, berbagai keberhasilan telah diraih Provinsi Gorontalo. Sejak awal pembentukan Provinsi Gorontalo hingga saat ini terjadi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 64,3 poin naik menjadi 67,71. Demikian pula persentase penduduk miskin yang terus menurun dari 32,13 persen pada tahun 2002 menjadi 15,52 persen pada Maret 2019.

“Pertumbuhan ekonomi kita juga cukup tinggi sebesar 6,51 persen di tahun 2018 berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang hanya sebesar 5,17 persen. Pendapatan per kapita per tahun juga meningkat mencapai Rp31,83 juta pada tahun 2018,” jelas Wagub Idris Rahim.(gp/hg)