Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pariwisata Banyuwangi Go Digital dengan ITX

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara , pada Sabtu, 17 Desember 2016 | 13:08 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id BANYUWANGI – Antusiasme pelaku industri pariwisata Banyuwangi sangat terasa saat workshop Go Digital di Aula Kantor Telkom, Jl Dr Sutomo, Banyuwangi. Sekitar 100 industri menyimak serius paparan yang disampaikan narasumber dari Kementerian Pariwisata RI. Bervariasi pertanyaan yang muncul, tetapi lebih didominasi oleh hal-hal teknis dalam bisnis online. “Siapa yang belum punya website?” tanya Claudia Ingkiriwang, Ketua Probis ITX –Indonesia Travel Xchange- mengawali diskusinya.

Sekitar 50% peserta malu-malu menunjukkan jari, sambil menengok kiri-kanan. Tetapi 100% mereka sudah berpromosi melalui media sosial dengan berbagai platform, dari Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Line, dan lainnya. Sudah bisa ditebak, dari 50% yang sudah memiliki website, banyak yang belum dilengkapi commerce-nya, seperti booking system dan payment engine. “ITX akan support dengan website template yang sudah ready commerce, booking system dan payment gateway dengan free alias gratis,” jelas Claudia.

Wajah para pebisnis pariwisata Banyuwangi itu pun semakin serius. Yang baru punya website, tapi belum ada fasilitas book dan pay dalam satu platform, itu masih belum masuk kategori go digital. Mereka baru berpromosi atau marketing secara online, tetapi transaksi bisnisnya masih offline.

BACA  Peserta Tak lolos Passing Grade, 11.580 Formasi CPNS Tidak Terisi

Go Digital, mensyaratkan semua tahapan dari look, book, pay sudah terhubung secara online, bisa dengan diproses dengan smartphone, bisa juga dengan personal computer.

Ketika tahapan look atau search, book dan pay sudah bisa dilakukan secara online, maka sudah layak disebut go digital. Itulah sebabnya, Kemenpar membangun Digital Market Place, khusus industry pariwisata yang mempertemukan sellers dan buyers ke dalam satu platform atau mall digital. “Kalau untuk booking masih harus telepon, pembayaran masih transfer atau antre di teller bank, itu belum bisa disebut digital.

Mungkin promosinya sudah digital, tapi transaksi bisnisnya masih manual? Tugas kami membantu mendigitalisasi industri wisata, dari booking awal, sampai transaksi pembayaran,” katanya.

BACA  Seorang Pasien Covid-19 Janjikan Tanah Warisan, Perawat Cantik Ini Tertawa

Menpar Arief Yahya, sejak Rakornas III tahun 2016 di Econvention, Ancol, Jakarta, September 2016 lalu sudah meluncurkan Go Digital Be The Best. Dia meyakini bahwa target Presiden Joko Widodo dengan 20 juta wisman di 2016 itu bukan sembarang target.

Target yang luar biasa, harus double, dari 9,3 juta wisman 2014 ke 20 juta tahun 2019. “Hasil yang luar biasa, hanya bisa dicapai dengan cara yang tidak biasa! Dan Go Digital ini adalah salah satu cara tidak biasa yang bisa dipakai untuk mengejar target luar biasa itu,” kata Arief Yahya yang juga asli Banyuwangi, Jatim itu.

Arief Yahya menyebut more digital, more global. More digital more personal. More digital more professional. Dalam selling, Kemenpar memilih untuk membangun Digital Market Place, yang sudah dipelajari dengan matang, dan ITX diendors untuk membangun platform tersebut.

BACA  40 Hari Masa Kampanye, Pelanggaran Protokol Covid Capai 1.315 Kali

Seperti diketahui, Banyuwangi menjadi hebat sektor pariwisatanya, karena faktor CEO-nya, Bupati Abdullah Azwar Anas yang sangat concern menempatkan core economy daerahnya di sektor pariwisata. Masyarakatnya semakin sadar bahwa pariwisata adalah pilihan yang terbaik, dan sudah mulai terasa dampak ekonominya. Dengan Go Digital, maka potensi Banyuwangi bisa lebih cepat, lebih besar, dengan target market yang lebih mendunia.

Acara yang dilangsungkan di aula Telkom Banyuwangi ini ada tiga nara sumber. Yakni Samsriyono Nugroho Stafsus Menpar Bidang IT yang memberi gambaran besar Go Digital Kemenpar. Lalu Don Kardono, Stafsus Menpar Bidang Komunikasi Publik, yang mengangkat Sosmed Marketing Pariwisata.

Bagaimana impact menggunakan media social seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Weibo, WeChat, Line, dan lainnya untuk mempromosikan destinasi maupun events. Dan, Claudia Ingkiriwang, Ketua Probis Indonesia Travel Xchange (ITX) yang diendors Kemenpar untuk membangun platform go digital.

Laman: 1 2 3


Komentar