Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Partai Buruh Tolak Aturan Pencairan JHT yang Baru

Oleh Admin Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Selasa, 15 Februari 2022 | 14:05 Tag: , ,
  Presiden Partai Buruh, Said Iqbal. Foto: publiksatu.com

Hargo.co.id, JAKARTA – Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyatakan penolakan terhadap Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT).

Dalam permenaker itu diatur bahwa JHT hanya bisa dicairkan setelah buruh berusia 56 tahun.

“Pertanyaannya, apa urgensi dari revisi beleid tersebut? Partai Buruh melihat, tidak ada urgensi apa pun terkait dengan terbitnya Permenaker Nomor 2 Tahun 2022,” kata Said Iqbal dalam keterangannya sebagaimana dilansir JPNN.com, Selasa (15/2).

“JHT itu pertahanan terakhir pekerja atau buruh yang mengalami PHK akibat pandemi. Kalau tidak bisa diambil karena harus menunggu usia pensiun, lalu buruh harus makan apa?,” ujar Said Iqbal.

“Menaker seperti tidak bosan-bosannya ‘menindas’ dan bertindak tanpa hati. Padahal, buruh baru saja dihantam PP 36/2021 tentang pengupahan yang membuat beberapa daerah tidak naik,” lanjutnya.

Presiden Partai Buruh itu bahkan membandingkan kebaikan upah buruh per hari dengan biaya ke toilet umum.

“Kenaikannya per hari di kisaran Rp 1.200, sedangkan ke toilet saja besarnya Rp 2000,” ucapnya.

Tak hanya itu, Said Iqbal juga berharap Presiden Joko Widodo bertindak tegas terhadap Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

“Sebaiknya Presiden Joko Widodo memecat Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Saya mencatat, Menaker saat ini kerap mementingkan kelompok pengusaha. Bukan buruh atau pekerja. Terbukti dari berbagai kebijakan yang dikeluarkannya,” tutur Said Iqbal. (JPNN.com)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Partai Buruh Tolak Aturan Pencairan Jaminan Hari Tua yang Baru“. Pada edisi Selasa, 15 Februari 2022.
(Visited 19 times, 1 visits today)

Komentar