Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Partai Golkar Bakal Tinggalkan SMS, Pengurus Ngaku Didesak Kader 

Oleh Admin Hargo , dalam Kabar Politik Sekitar Anda , pada Jumat, 17 Juni 2022 | 14:05 Tag: , ,
  Sekretaris DPD II Partai Golkar Pohuwato, Al Amin Uduala saat memberi keterangan pers terkait ancaman untuk keluar dari Koalisi SMS. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Setahun kepemimpinan pasangan Saipul A. Mbuinga-Suharsi Igirisa (SMS), kini muncul kabar jika salah satu Parpol pengusung akan meninggalkannya. Yakni, Partai Golkar dikabarkan akan meninggalkan SMS yang terungkap dalam rapat Pimpinan Harian (Pinhar) Parpol berlambang Beringin tersebut. 

Menurut Sekretaris DPD II Partai Golkar Pohuwato, Al Amin Uduala, ketika ditemui usai rapat Pinhar membenarkan kabar tersebut. Namun, langkah akan meninggalkan Koalisi SMS karena adanya desakan sejumlah kader. Usulan tersebut bahkan sudah disampaikan beberapa pengurus DPD II dan PK di hadapan Ketua DPD II Golkar Pohuwato, Nasir Giasi, pada Kamis (16/06/2022). 

“Desakan dari Pimpinan Kecamatan dan pengurus DPD II yakni meminta Partai Golkar untuk keluar dari Koalisi Pasangan SMS,” ungkapnya.

Meski demikian, kata Al Amin Uduala, sebagai partai yang taat akan fatsun dan aturan kepartaian, Partai Golkar masih akan menggelar rapat lanjutan untuk menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi dari masing-masing kader. 

“Untuk keluar dari koalisi tidak serta begitu karena Partai Golkar adalah partai yang taat asas. Ada mekanisme. Untuk saat ini kita akan membentuk tim 9 yang akan membahas, mengkaji terkait langkah tepat Partai Golkar terkait tuntutan teman-teman di kecamatan,” jelasnya.

Ditambahkannya pula, ada beberapa alasan yang menjadi pemicu kader Golkar kemudian mendesak partai menarik diri dari koalisi. Utamanya menyangkut capaian visi-misi pemerintahan yang dimana Partai Golkar turut mengambil bagian dalam perumusan visi-misi pemerintahan SMS saat Pilkada. 

“Alasan teman-teman mendesak partai tentu ada beberapa indikator, beberapa barometer, utamanya menyangkut masalah visi-misi. Nah tentu kita akan lihat apa yang menjadi tuntutan teman-teman apakah dari sekian visi-misi SMS yang tidak tercapai ataupun belum terpenuhi secara maksimal,” kata Al Amin Uduala. 

“Desakan-desakan seperti itu adalah hal yang biasa, sebagai bentuk dinamika partai politik. Bisa saja ada kader yang tidak puas, melihat secara langsung seperti apa kinerja pemerintahan,” kuncinya. (***)

 

Penulis: Ryan Lagili

(Visited 33 times, 1 visits today)

Komentar