Selasa, 26 Mei 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pasar Dungingi Terbakar, Lapak Ikan dan Sayur Ludes

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Metropolis , pada Sabtu, 21 September 2019 Tag: ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Kebakaran hebat terjadi di kawasan Pasar Dungingi, Kota Gorontalo, Sabtu (21/09/2019) sekira pukul 02.00 wita, dini hari tadi. Pasar di kompleks Jembatan Jodoh itu, ludes dilalap api.

Seperti yang dilansir dari Gorontalo Post, dini hari tadi, api membumbung tinggi  dan membakar lapak pedagang, sejumlah warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sementara warga lainya sibuk merekam peristiwa kebakaran itu.

Kebakaran pertama dilihat sejumlah rema muda yang kebetulan melintas di kawasan itu. Informasi yang diperoleh api pertama muncul dari kawasan lapak di depan gerbang pasar di kawasan lapak kue, dan meluber hingga ke bagian pasar yang lain.

Ada dugaan sumber  api karena korsleting atau arus pendek listrik, Nani salah seorang pedagang rempah-rempah yang lapaknya ikut terbakar mengatakan, ia langsung menuju pasar ketika mendapat informasi kebakaran.

“So hangus semau, kurang lebih Rp 10 juta (kerugian),” kata Nani.

Memang lanjut dia, ada potensi korslet di kawasan pasar, namun ia tidak bisa memastikan jika korlet itu menjadi sumber api yang membakar se isi pasar.  Pedagang lainya, Wani, mengaku rugi Rp 3 juta karena seluruh ikan yang tersimpan, ludes terbakar.

Video

Pasar yang tepat berada di depan Terminal Dungingi, Kota Gorontalo itu, merupakan pasar tradisional yang setiap hari menjual bahan kebutuhan pokok warga. Hingga  berita ini naik cetak, tak ada informasi adanya korban jiwa.

Begitu pun pasti jumlah lapak dan kerugian yang dialami pedagang. Tiga mobil pemadam kebakaran masing-masing dua milik Pemkot dan 1 milik Pemprov Gorontalo dikerahkan memadamkan api, hanya butuh kurang dari 1 jam, api berhasil dijinakkan.

“Kami dapat informasi setengah 3, langsung ke lokasi. Banyak lapak pedagang yang terbakar,”kata Yusuf salah satu petugas Damkar. (gp/hg)

Mantap
Suka
Senang
Kaget
Sedih
Marah

Komentar