Minggu, 5 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pasar Mingguan di Kabgor Masih Beroperasi, di Kota Gorontalo Dijaga Ketat

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kab. Gorontalo , pada Sabtu, 9 Mei 2020 | 21:05 WITA Tag:
  Pasar Mingguan Kayubulan, Limboto yang hingga Sabtu (09/05/2020) masih buka meskipun ada larangan sepanjang PSBB berlangsung. (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Keputusan pemerintah Kabupaten Gorontalo, untuk menutup pasar mingguan selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ternyata hanya isapan jempol belaka. Buktinya, para pedagang Pasar Mingguan Kayubulan Limboto, masih saja beroperasi.

Selama PSBB ini, pasar itu tetap beroperasi seperti biasa sejak Selasa (05/05/2020), Kamis (07/05/2020) hingga Sabtu (09/05/2020). Pasar tersebut masih dipadati pengunjung karena banyaknya pedagang yang buka lapak.

Pantauan hargo.co.id, sekitar 70 persen pedagang tetap membuka lapak meski pemerintah telah menegaskan tak ada aktivitas Pasar Mingguan.

BACA  Kota Gorontalo Longsor, Tiga Warga Tertimbun

“Kita tetap berjualan, tidak ada penutupan ini pasar tetap buka,” tegas salah satu pedagang pasar.

Tak hanya banyaknya pedagang yang berjualan, pengaturan lapak di pasar ini pun sangat padat. Bahkan di jalan-jalan pasar banyak yang berjualan, sehingga menyulitkan pembeli untuk jalan. Berdesak-desakan tak dapat dihindarkan.

Masih adanya pedagang yang nekat berjualan, ini juga dibenarkan pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Kabid Pasar Rahmanto Lahili menjelaskan, pihaknya sudah memberikan pengertian pada para pedagang, namun tiga kali pasar para pedagang tak mau mendengar. Bahkan nyaris bentrok dengan aparat.

BACA  Panas di Injury Time, Golkar Pohuwato Galang Koalisi Besar

“Semua pasar mingguan di Kabupaten Gorontalo  hanya pasar Kayubulan yang pedagangnya masih bersikeras menjual, di pasar lainnya sudah tutup,” jelas Rahmanto ketika dihubungi via whatsapp.

Sebenarnya sambung Rahmanto, untuk PSBB ini intinya membatasi aktivitas masyarakat dalam jumlah yang banyak,

“Makanya pasar harian pun terbatas untuk 2 minggu ini hanya sembako,” jelasnya.

Untuk saat ini pihaknya masih terus melakukan sosialisasi dan negosiasi pada para pedagang. Karena mau tidak mau pasar mingguan itu harus ditutup.

BACA  Hamim Pou Apresiasi Konsep ‘Rumahku-Kebunku’ di Bulonthala Timur

“Nah kalau Pasar Mingguan Kayubulan kita jadikan harian sama saja, karena volume pedagang dan pembeli sangat banyak dan di khawatirkan ada penularan (Corona). Makanya kita tetap mengharapkan kesadaran pedagang terutama pasar kayu bulan untuk bersabar sampai masa PSBB berakhir,” tegas Kabid Pasar.

Berbeda dengan di Kota Gorontalo. Pasar Sabtu yang terletak di Jalan Tondano justru tutup dan dijaga ketat oleh aparat keamanan. Tak ada protes dari pedagang dan warga. (nat/hg)


Komentar