Minggu, 12 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pasar Mingguan Ditutup, Pedagang di Limboto Meradang

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kab. Gorontalo Metropolis , pada Selasa, 5 Mei 2020 | 23:07 WITA Tag: , ,
  Pedagang Pasar Minggung saat melakukan protes karena tak semua pasar ditutup selama PSBB. (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Salah satu yang menjadi kesepakatan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dijalankan yakni pasar mingguan ditutup. Alasannya, pasar mingguan kerap menjadi tepat berkumpul pengunjung yang lebih banyak.

Kenyataan itu lantas membuat sejumlah pedagang di Limboto, Kabupaten Gorontalo meradang. Buktinya, mereka melayangkan protes pada Selasa (05/05/2020) dengan alasan, tidak semua pasar ditutup. Pasar mingguan ditutup, sementara pasar harian dibiarkan beroperasi. (lihat video)

BACA  Update Covid-19 Gorontalo : 34 Sembuh, Enam Pasien Baru

“Para pedagang mengeluhkan mengapa hanya pasar mingguan yang ditutup. Sedangkan pasar harian tidak. Sesuai dengan edaran PSBB pasar harian merupakan sebuah kebijakan bersama, dan pasar mingguan lebih sering mengumpulkan banyak orang karena pedagangnya dari luar daerah kabupaten,” jelas Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag), Gusti Tomayahu.

Masih pada kesempatan yang sama, Gusti Tomayahu kembali menegaskan bahwa tak ada perubahan kebijakan terkait penutupan pasar mingguan. Itu sudah sesuai dengan Pergub yakni selama PSBB berlangsung, pasar mingguan tetap ditutup selama 2 minggu.

BACA  Update Covid-19 Gorontalo : 31 Orang Sembuh, Enam Pasien Baru

“Jadi, kebijakan dan keputusan ini sudah merupakan hasil dari kebijakan provinsi, melalui Pergub Nomor 15 /2020. Harus diterapkan mulai 04 Mei hingga 18 Mei 2020. Bagi yang melanggar akan diberikan sanksi, baik sanksi administrasi hingga sanksi pidana,” tegas Gusti Tomayahu.

BACA  Hidung Tersumbat, Mual dan Diare, Gejala Baru Covid-19

Lanjut katanya, apabila ada hal-hal atau tindakan-tindakan yang subversif atau melanggar hingga terjadi kekerasan, maka sanksi pidana pun akan dilakukan.

Akhir pembicaraan, Gusti Tomayahu juga berharap, agar bisa bersabar selama 2 pekan. Dirinya juga menyarankan agar para pedagang menggunakan aplikasi pasar online SIPARDI , untuk mengatasi masalah ekonomi. (vyr/hg)


Video


Komentar