Saturday, 25 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pasar Otomotif Diprediksi Geser ke Timur

Oleh Aslan , dalam Ekonomi , pada Friday, 6 October 2017 | 08:00 AM Tags:
  

Hargo.co.id, JAKARTA – Seiring dengan rampungnya sejumlah proyek infrastruktur, pasar otomotif diprediksi bakal bergeser ke kawasan timur Indonesia.

Sekjen Gaikindo Kukuh Kumara menjelaskan, pertumbuhan penjualan mobil nasional terjadi karena adanya pembangunan infrastruktur di daerah serta kenaikan harga komoditas.

Pihaknya mencatat distribusi mobil di Jawa mulai bergeser ke timur.

Sebelumnya, persentase distribusi di Pulau Jawa mencapai 80 persen. Saat ini, proporsinya turun menjadi sekitar 60–70 persen.

Penjualan mobil di Jawa Barat masih menempati urutan pertama, disusul DKI Jakarta, lantas Jawa Timur.

Melorotnya penjualan mobil di Jakarta merupakan imbas pembatasan kendaraan bermotor roda empat dan roda dua di jalan-jalan protokol serta kewajiban memiliki garasi.

Penjualan mobil di Jawa Timur pada semester pertama lalu tercatat meningkat tipis 2,7 persen menjadi 64 ribu unit.

Penjualan di semester kedua diyakini akan meningkat karena ditopang kendaraan komersial imbas dari pencairan anggaran proyek pemerintah.

“Penjualan truk 24 ton ke atas naik 90 persen karena proyek infrastruktur,” jelas Kukuh.

Berdasar data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), pertumbuhan pasar mobil terlihat dari pengiriman mobil dari pabrik ke diler (wholesales).

Pada periode Januari–Agustus, penjualan wholesales mencapai 715.291 unit.

Dari jumlah tersebut, sekitar 79 persen terdiri atas passenger car dan sisanya commercial vehicle.

Angka itu tumbuh 3,6 persen jika dibandingkan dengan periode Januari–Agustus 2016 sebanyak 690.300 unit.

Khusus sepanjang Agustus 2017, penjualan mobil mencapai 94.466 unit. Kondisi ini naik tipis jika dibandingkan dengan Agustus 2016 yang mencapai 96.282 unit.

Melihat kinerja wholesales hingga Agustus, Gaikindo optimistis penjualan mobil nasional bakal menembus 1,1 juta unit pada tahun ini.

Selain efek kendaraan niaga, segmen kendaraan ramah lingkungan mendorong pertumbuhan sektor otomotif.

Penjualan ekspor juga mengikuti pertumbuhan penjualan domestik. Pada periode Januari–Juni, terdapat pertumbuhan ekspor sebesar 20 persen.

Hingga akhir tahun, ekspor kendaraan ditargetkan mencapai 200 ribu unit.

(car/c20/noe/jpnn/pojoksatu/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar