Jumat, 7 Oktober 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pasca Banjir, Warga Masih Trauma

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 30 Januari 2017 | 13:20 Tag: , ,
  

Hargo.co.id TOLINGGULA – Hingga Sabtu, (29/1), Banjir Bandang di wilayah Sumalata dan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) sudah mulai surut.

Meski begitu warga sekitar masih cukup trauma. Mereka khwatir banjir susulan terjadi jika hujan lebat kembali tiba.

Sebagaimana diketahui, sejak Kamis, (26/1), 8 desa di Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara serta sebagian wilayah Sumalata terendam banjir.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Gorontalo Utara mencatat ada 726 rumah yang sempat direndam banjir. Yang tersisa tinggal 67 rumah yang masih terendam banjir.

“Masih ada 67 rumah yang terendam di Desa Tolinggula tengah, karena disitu titik terparah banjir,” ujar Nurdin Molungo, Kabid Penanggulangan BNPB Gorontalo Utara.

Sayangnya menurut Nurdin, meski tim evakuasi dari BNPB, Polri, TNI dan sejumlah instansi lain telah mencoba untuk melakukan evakuasi, warga memilih untuk bertahan di rumah mereka masing.

Sementara itu, Norman Nurkamiden salah seorang warga Desa Tolinggula Tengah, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara saat ditemui Gorontalo Post mengaku, alasan dirinya hendak bertahan karena khwatir barang-barangnya hanyut dibawa banjir.

“Rumah kami dekat dengan tanggul pak, makanya kami takut barang-barang kami ikut terseret banjir,” ujarnya. Nurdin juga menambahkan, ia dan keluarganya tetap akan bertahan hingga air benar-benar surut atau hingga rumah mereka benar-benar tenggelam.

Sebelumnya, 8 desa di Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara dihantam banjir. Bencana banjir terjadi akibat jebolnya salah satu tanggul sungai Tolinggula.

(Visited 2 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar