Rabu, 30 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pasien 44 Menolak Diisolasi di Wisma Atlet, Ini Alasannya

Oleh Jamal De Marshall , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 21 Mei 2020 | 02:35 WITA Tag: , , ,
  Proses evakuasi Pasien 44 dari rumah ke Wisma Atlet David-Toni, Kamis (21/05/2020) pukul 01.25 Wita, yang sempat mengalami penolakan mengingat yang bersangkutan memilih isolasi di rumah. (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Banyak alasan seorang pasien yang terkena wabah Covid-19 menolak untuk diisolasi. Apalagi menjelang Idul Fitri dan memiliki anak kecil. Namun demi kesehatan bersama, isolasi wajib dijalankan.

Ini juga nampak ketika Tim Gugus Tugas akan mengevakuasi Pasien 44 yang berdomisili di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Ibu dengan usia 37 tahun itu, semula menolak untuk dievakuasi guna diisolasi di Wisma Atlet GOR David –Tony pada Kamis (21/05/2020) pukul 01.25 Wita.

BACA  Petugas KPU Kabgor Mendadak Jalani Swab Test

Berita Terkait : Ini Video Proses Evakuasi Pasien 44 ke Wisma Atlet

BACA  Pertahankan Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19, Ini yang Dilakukan Pemprov

Alasan yang disampaikan karena Pasien 44 menginginkan untuk isolasi mandiri, karena tak ingin meninggalkan anak-anaknya di rumah. Namun setelah diberikan penjelasan oleh Kepala Dinas Kominfo, Haris Suparto Tome, akhirnya Pasien 44 ingin diisolasi.

BACA  Covid-19 Mewabah, Audisi Nou dan Uti Kabgor Ditiadakan

“Jika ibu tidak diisolasi, tidak menutup kemungkinan keluarga bahkan masyarakat sekitar juga bisa positif dan wabah ini makin meluas. Mohon kerja samanya, bu,” kata Haris Suparto Tome juga berada di lokasi ketika Tim Gugus Tugas akan mengevakuasi pasien. (vyr/hg)


Komentar