Kamis, 30 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pasien Covid-19 Melonjak, Walikota Gorontalo Segera Lakukan Pembatasan Khusus

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Kota Gorontalo , pada Selasa, 14 Juli 2020 | 19:05 WITA Tag: , , ,
  Suasana rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Kota Gorontalo di aula rumah jabatan gubernur, Senin (13/07/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Walikota Gorontalo Marten Taha berencana memberlakukan pembatasan berskala khusus di daerahnya. Rencana ini menyusul meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di Kota Gorontalo yang cukup drastis.

“Akan dilakukan pembatasan khusus di empat kecamatan yang paling besar terpapar yakni Dumbo Raya, Kota Tengah, Kota Utara, dan Kota Timur. Tapi fokus pada kelurahannya. Misalnya di Kecamatan Kota Tengah, di Kota Tengah yang paling banyak di Kelurahan Dulalowo dan Wumialo, itu yang dibatasi karena yang lain tidak terpapar,”kata Walikota Gorontalo, Marten Taha, pada rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Kota Gorontalo di aula rumah jabatan gubernur, Senin (13/7/2020).

BACA  Kelompok Tani di Pohuwato Kebagian Bantuan Bahan Pokok

Menurut Marten, lonjakan pasien Covid-19 asal Kota Gorontalo ini disebabkan menurunnya kepatuhan masyarakat atas protokol kesehatan. Penyebab lain, kata Marten, adalah banyaknya warga yang menolak untuk di rapid atau swab tes yang dikarenakan stigma dan diskriminasi terhadap pasien yang positif.

“Aturan sudah lengkap, petugas diberikan, infrastruktur juga sudah dibangun, kita juga sudah melakukan monitoring dan evaluasi bahkan sanksi, tapi dukungan masyarakat masih kurang,” keluh Marten.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, yang hadir dalam kesempatan itu setuju dengan usulan pembatasan berskala khusus di Kota Gorontalo, jika kembali terjadi lonjakan kasus positif Covid-19.

BACA  Pilkada 2020, Wagub Minta Warga Jaga Keamanan

“Seandainya meningkat terus maka seperti yang disampaikan pak wali tadi, kita akan melakukan pembatasan berskala khusus apakah kelurahannya atau satu kecamatannya,” ucap Darda.

Pada kesempatan itu pula, Darda meminta kepada Pemkot Gorontalo untuk meningkatkan pengawasan protokol kesehatan di tempat orang-orang berkerumun, seperti pasar mingguan tradisional, toko-toko, supermarket dan hotel. Tempat-tempat tersebut dikhawatirkan akan memunculkan klaster baru di Kota Gorontalo.

“Pengawasan di pasar mingguan tradisional harus diperketat. Kita harus petakan setiap areal pasar itu berapa petugas yang akan menjaga. Kalau toko itu gampang dibuatkan surat pernyataan mengikuti protokol kesehatan, tapi untuk pasar, ini yang sulit. Sehingga kita perlu membagi tugas mulai dari unsur TNI-Polri, Satpol dan Perindag,” tandasnya.

BACA  Kilat Wartabone Pimpin Rapat Sengketa Pilkades, Ini Hasilnya

Pemerintah kota Gorontalo juga harus mempertegas sanksi bagi yang melanggar atau tidak mengikuti protokol kesehatan untuk menekan jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Gorontalo.

“Kita harus menerapkan seperti ini pak wali, agar masyarakat bisa melihat bahwa kita provinsi, kota maupun kabupaten juga tidak main-main dalam menerapkan protokol kesehatan. Yang dikhawatirkan oleh pak gubernur jangan sampai ada gelombang kedua seperti yang terjadi di Cina dan Korea yang jumlahnya lebih besar,” tutup Darda. (adv/rwf/hg)


Komentar