Minggu, 27 November 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pasien Membludak, Ini Kondisi RS MM Dunda 

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 5 Juli 2018 | 08:00 Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Mungkin saja lagi musim pancaroba, pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MM Dunda Limboto membludak. Akibatnya, banyak pasien yang terlantar di luar ruangan dan harus istirahat di koridor rumah sakit.

Pantauan Hargo.co.id (Gorontalo Post Grup), kemarin, Selasa (3/7), pasien terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa. Saat memasuki ruang Unit Gawat Darurat (UGD), tampak sejumlah para pasien yang diinfus dan istirahat di kursi roda. Mereka pun berada di luar koridor karena ruangan yang tersedia tidak memadai.

Salah seorang keluarga pasien, Indra Nau (33), mengungkapkan bahwa sudah beberapa hari dirinya menjaga kakaknya yang sedang sakit. Namun hingga kemarin mereka belum mendapatkan ruang inap sehingga harus berada di koridor UGD.

“Kalau ditanya nyaman atau tidak. Tentu saja tiidak nyaman. Tapi mau bagaimana lagi, alasan pihak rumah sakit ruangan sudah ful,” ujar Indra. Dia berharap agar hal ini dpat segera mendapatkan solusi dari pihak terkait. Agar pelayanan di Rumah Sakit MM Dunda Limboto dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu dari data yang dihimpun, sejak pasca lebaran, pasien masuk ke Rumah Sakit MM Dunda Limboto mebludak, yang didominasi oleh pasien penderita penyakit syndrom dispepsia yakni penyakit yang menyerang pencernaan manusia dan Typhoid (Tipes).

Tercatat, dari 163 tempat tidur yang tersedia. Ada sekitar 174 pasien yang saat ini dirawat di Rumah sakit MM Dunda Limboto.

Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit MM Dunda Limboto, dr Titien Payuhi membenarkan hal itu. Bahkan menurutnya, membludaknya pasien di rumah sakit sudah terjadi sejak tiga hari pasca lebaran ketupat. Hingga kini pun, masih banyak pasien yang masuk.

“Ini sudah biasa terjadi, karena Rumah Sakit MM Dunda Limboto adalah rumah sakit rujukan dari empat kabupaten yakni Kabupaten Gorontalo, Boalemo, Gorontalo Utara dan Kabupaten Pohuwato,”jelas Titien.

Adapun penyakit yang mendominasi di rumah sakit Dunda tersebut diantaranya penyakit syndrom dispepsia atau penyakit yang menyerang pencernaan manusia dan penyakit tifus atau tipes.

Titin menambahkan, pihaknya terus berkonsultasi dengan pemerintah untuk segera mencari solusi dari masalah membludaknya pasein di rumah sakit.

“Kami juga berharap agar seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan kapanpun dan dimanapun,”harapnya. (tr58-gp/hg)

(Visited 146 times, 1 visits today)

Komentar