Senin, 6 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Paslon Disambut Molo’opu, Pendaftaran Digelar dalam Buliita

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 9 Januari 2018 | 14:38 PM Tag: , ,
  

Pendaftaran Pasangan Bakal Cabup-Cawabup Gorut yang kental Suasana Adat

Pendaftaran pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) resmi dibuka, Senin (8/1). Duet Roni Imran dan Ismail Patamani memanfaatkan hari pertama pendaftaran. Menariknya, prosesi pendaftaran paslon untuk hajatan Pilkada itu dikemas layaknya upacara adat Gorontalo.

Idham Munder, Kwandang

Hargo.co.id – Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gorontalo Utara (Gorut) lain dari biasanya. Pagar dan pintu gerbang dihiasi janur kuning. Sementara di teras kantor terdapat tangga dari bambu kuning dihias janur kuning. Ornamen yang sangat kental dengan prosesi adat Gorontalo. Baik itu upara adat pernikahan, peringatan hari keagamaan maupun hajatan lainnya.

Tak hanya di halaman dan teras saja. Di dalam kantor KPU juga terdapat Buliita. Area yang dikhususkan untuk pelaksanaan acara/upacara adat. Tak ketinggalan hiasan dan ornament yang menjadi ciri adat istiadat daerah Gorontalo.

Suasana itu menunjukkan bila KPU Gorut akan menggelar hajatan adat. Namun, hajatan tersebut bukanlah pesta pernikahan ataupun syukuran. Melainkan prosesi pendaftaran pasangan bakal calon bupati-wakil bupati (Cabup-Cawabup) Gorut. Prosesi yang dikemas dalam upacara adat Gorontalo menjadikan pendaftaran Pilkada Gorut 2018 lain dari biasanya. Tidak hanya pada pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini, tetapi sepanjang pelaksanaan Pilkada di bumi Gorontalo.

Memang pada proses pendaftaran/hajatan Pilkada tahun-tahun sebelumnya tetap menampilkan suasana adat Gorontalo. Hanya saja hal itu dilakukan secara parsial dan tak menyeluruh. Contohnya petugas penyambutan yang mengenaan pakaian adat Gorontalo. Ataupun jajaran komisioner yang menggunakan pakaian adat.

Sementara untuk prosesi pendaftaran ataupun penyambutan tetap dilakukan secara formal.
Berbeda dengan pendaftaran pasangan bakal cabup-cawabup. Mulai dari penyambutan, pendaftaran hingga akhir acara (termasuk pakaian yang dikenanakan) secara utuh dilaksanakan dengan upacara adat. Seperti pada pendaftaran pasangan Roni Imran-Ismail Patamani, yang merupakan pasangan bakal cabup-cawabup perdana yang mendaftar ke KPU, Senin (8/1).

Proses adat mulai terlihat ketika iring-iringan kendaraan Roni Imran-Ismail Patanami tiba di depan KPU langsung disambut dengan tradisi adat. Saat itu proses adat mopolahu tou taeya (mempersilahkan turun dari kendaraan disertai gendang dan syair-syair adat, dilanjutkan dengan mopodiyambango (mempersilahkan melangkah) juga dibarengi dengan syair-syair adat yang penuh makna. Prosesi adat dan syair-syair itu dipimpin pemangku adat Baate.

Saat pasangan calon melangkah menuju kantor KPU, diiringi oleh pasukan Longgo (keamanan adat negeri) dan dihantarkan oleh Hantalo Ulipu (genderang adat negeri) dan pegawai syaraa mengiringi dari belakang melagukan sayiya lao-lao (lagu sayiya pengiring).
Saat berada di depan kantor KPU, dilangsungkan mopotupalo (mempersilahkan masuk gapura adat), disertai dengan tsyair-syari adat. Selanjutnya mopontalengo atau mempersilahkan berjalan oleh tokoh adat lainnya, juga disertai syair-syair adat.

Sebelum memasuki Buliita dilangsungkan dengan mopobotulo (mempersilahkan naik) dan mopotuwoto (mempersilahkan masuk) dan mopontalengo (mempersilahkan berjalan) dan selanjutnya mopohuloo (mempersilahkan duduk) oleh petugas adat lain juga disertai syair-syarir yang syarat makna.

Tak hanya sampai disitu, setelah pada proses pendaftaran dihadapan personil KPU yakni penyerahan berkas, prosesi adat selanjutnya yakni mopodungga lo adati lou yilumo (menyajikan suguhan minum secara adat) kepada pasangan calon dna undangan yang hadir. Sementara acara minum secara adat, pegawai syara? melagukan syiya hulo-hulo dan memadani, dilanjutkan dengan mopoludowo adati lou yilumo (mempersilahkan minum) oleh seorang baate.

Bahkan usai minum adat, untuk mengembalikan perlemngkapan minum dilangsungkan mopotowuli lo tambati lou yilumo (mengembalikan perlengkapan tempat minum secara adat), yang disertai dengan gendering adat. Doa adat kemudian dilangsungkan dengan penyajian dupa.
Proses adat dituup dengan mopomaklum lou maa mongabi (pemakluman telah sempurnalah dan selesai seluruh rangkaian kegiatan adat dan mongabi (pembubaran persidangan tata upacara adat yang dipimpin Baate Lo Limutu To Tomilito Riko Tanango dan Baate Lo Atinggola Harto Pulumuduyuo yang disertai dengan sajak-sajak.

Baate Lo Limutu To Tomilito Riko Tanango ketika diwawancarai Gorontalo Post menjelaskan, sebelumnya dilakukan musyawarah adat melibatkan KPU dengan partai pengusung. ?Semua mendukung, juga calon bupati dan wakil bupati. Mulai penjemputan, hingga penutupan prosesi upacara adat,? jelasnya.

Menurutnya, acara adat seperti ini diberlakukan kepada pejabat pemerintah sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan masyarakat kepada calon pemimpin yang merupakan pewujudan tata karma dan sopan santun masyarakat Gorontalo yang ditaati secara turun temurun.
?Dengan suatu prinsip bahwa pada dasarnya manusia itu sama di sisi Tuhan, tetapi Tuhan memberikan amanah kepada yang dikehendakinya dan amanah itulah yang dihormati dan dihargai oleh masyarakat Gorontalo,? urainya.

Terpisah, Ketua KPU Gorut Fadliyanto Koem, mengatakan, proses adat yang diterapkan pada tahapan Pilkada yakni pendaftaran calon bupati dan wakil bupati ini sebagai salahsatu bentuk komitmen KPU dalam melahirkan pemimpin yang benar-benar sesuai dengan apa yang menjadi keinginan rakyat. Di samping itu, tentu ini sebagai upaya untuk terus melestarikan tradisi masyarakat Gorontalo.

?Konsep adat ini kita ambil, kita pingin bahwa pemimpin kedepan diawali dengan semangat yang beradat, sehingga insya Allah dalam proses perhelatan ini dilaksanakan secara beradat dan ketika menjadi pemimpin nanti menjadi pemimpin yang tau adat,? jelas Fadliyanto, seraya mengatakan prosesi adat pada pendaftaran calon bupati dan wakil bupati ini juga akan dilakukan pada kandidat lain yang akan mendaftar pada Rabu (10/1).(idm/hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar