Sabtu, 20 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pastikan Hewan Sehat Jelang Idul Adha, Distan Boalemo Bentuk Tim

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Boalemo , pada Jumat, 8 Juli 2022 | 06:05 Tag: ,
  Ilustrasi

Hargo.co.id, GORONTALO – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Boalemo, melalui Bidang Peternakan, membentuk tim pengawas hewan kurban, jelang lebaran Idul Adha 2022. Tim ini berguna untuk memastikan kondisi kesehatan hewan yang bakal disembelih nanti.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Samari, ketika dikonfirmasi Hargo.co.id, di ruang kerjanya pada Rabu, (06/07/2022), mengatakan, tim ini segera diturunkan ke 82 Desa se-Boalemo.

“Jadi, kita mengecek data-data calon hewan kurban yang ada di masing-masing Desa, tak menutup kemungkinan di Kantor-kantor juga kita cek,”kata dokter hewan ini, mewakili Kadis Pertanian, Roslina Karim.

Terkait data total hewan kata Samari, masih belum dapat dipastikan. Sebab, biasanya kata dia, jumlah yang riil itu, nanti pada saat hari H lebaran Idul Adha, ini pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau tidak salah, tahun lalu sekitar 800 hewan sapi yang disembelih, jumlah ini diakumulasi dari keseluruhan Desa yang ada,” ungkapnya.

Dijelaskannya, untuk tim pengawas sendiri, yang telah dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK), terdiri dari Bidang Peternakan, ditambah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di masing-masing Desa. Satu Desa satu PPL.

“Kalau kita peternakan ada sebanyak 12 orang dengan saya, hanya saya dokter hewan. Kalau PPL kan ada di masing-masing Desa. Jadi, kita yang 12 orang ini, hanya sebagai Koordinator di setiap Kecamatan,”kata Samari, menerangkan.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Boalemo, dr. Samari. (Foto : Abdul Majid Rahman)
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Boalemo, dr. Samari. (Foto : Abdul Majid Rahman)

Terkait bagaimana cara kerjanya di lapangan, lanjutnya, pastinya akan fokus melakukan pendataan jumlah hewan, sembari memastikan kondisi kesehatan hewan, yang akan di-backup langsung oleh masing-masing PPL di Desa.

“Target kami, 82 Desa itu segera masuk datanya, karena kita sistem pelaporannya ini iSIKHNAS. Jadi, kita lakukan pemeriksaan antemortem. Ini memastikan hewan layak kurban, atau tidak. Kita cek kesehatannya,”ujarnya.

Dikatakan Samari, misalnya ditemukan ada hewan kurban yang kondisinya lemah, lesu, dan badan kurus, maka hewan tersebut dipastikan tidak sehat. Artinya, tidak layak untuk dikurbankan, dan harus dikembalikan untuk diganti.

“Jadi, harus diganti, karena tak memenuhi syariat, dan kita ada materi juga tentang antemortem dan post mortem, kita sebarkan Via WhatsApp (WA). Nanti masing-masing koordinator meneruskan ke rekan-rekan PPL, sebagai bahan pemeriksaan awal sampai hari H. Mereka kami bekali dengan materi antemortem dan post mortem tersebut,”terangnya.

Lebih jauh, Sumari menjelaskan, tak ada pengobatan, atau penyuntikan untuk hewan yang akan disembelih dalam waktu dekat ini. Boleh-boleh saja disuntik kata dia, namun harus minimal 14 hari sebelum disembelih. Karena, obatnya mengandung residu, yang dapat berefek buruk ke konsumen, jika dilakukan di luar SOP.

“Dalam kegiatan pengawasan ini, kita juga menawarkan kerjasama dengan Binmas Polres Boalemo. Mengingat, ini juga terkait dengan Wabah penyakit Mulut dan Kuku, (PMK) yang menyerang ternak. Namun terkait PMK sendiri, syukur Gorontalo, khususnya Daerah Boalemo, masih terbilang aman,”imbuhnya.

Disinggung apakah ada anggaran dalam kegiatan pengawasan hewan kurban yang dilaksanakan pihaknya, Sumari mengaku tidak ada. Menurutnya, ini memang kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun.

“Tidak ada anggaran, bicara transportasi, ya namanya ini sudah Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), mau nggak mau, kita tetap harus turun,” pungkasnya. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 50 times, 1 visits today)

Komentar