Selasa, 9 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



PDIP Gantung SK Rum – Rusliyanto

Oleh Aslan , dalam Gorontalo , pada Selasa, 28 November 2017 | 09:32 Tag: , , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Satu tahapan lagi harus dilewati oleh pasangan calon walikota-wakil walikota Gorontalo, Rum Pagau-Rusliyanto Monoarfa, untuk bisa mengantongi Surat Keputusan (SK) penetapan pasangan calon dari PDIP. Duet politisi-politisi itu diharuskan untuk menyetor dana saksi ke DPP PDIP paling lambat pekan ini.

“Dana saksi itu sudah harus segera disiapkan. Dan itu akan dilaporkan ke DPP. Karena PDIP tidak ingin saat bekerja nanti dana saksi yang akan menjadi hambatan. Makanya harus dipenuhi oleh calon,” ungkap Ketua DPC PDIP Kota Gorontalo Ariston Tilameo.

Dia menambahkan, kesanggupan calon untuk membiayai saksi menjadi salah satu syarat di internal PDIP. Sebab menjadi salah satu variabel penentu kemenangan di Pilkada. Makanya ada bidang khusus di DPP PDIP yang memberi pelatihan kepada saksi. Sayangnya Ariston enggan menyebutkan berapa dana saksi yang harus disiapkan oleh pasangan Rum-Rusliyanto.

“Dana saksi itu diserahkan langsung ke DPP, saya tidak bisa menjawab berapa besarnya,”ungka Ariston.

Ketua Komisi B DPRD Kota Gorontalo ini juga menambahkan, bahwa DPP memberikan waktu paling lambat satu pekan bagi pasangan Rum-Rusliyanto untuk menyetor dana saksi tersebut. “Waktunya satu pekan. Lebih cepat lebih bagus lagi. SK sudah akan segera keluar kalau itu sudah ada,” lugasnya.

Untuk melenggang ke pentas Pilwako, selain PDIP, pasangan Rum-Rusliyanto akan diusung oleh PPP. Pekan lalu, DPP PPP telah mengeluarkan SK penetapan pasangan calon untuk pasangan ini. Olehnya Ketua DPC PPP Kota Gorontalo Mohammad Rivai Bukusu mendesak PDIP untuk segera menerbitkan SK bagi pasangan Rum-Rusliyanto.

“Kita dari PPP sudah mengeluarkan SK yang bisa digunakan langsung untuk mendaftarkan diri di KPU. Tinggal dari PDIP sendiri bagaimana. Kalau sudah ada dari PDIP kita nantinya akan bentuk tim koalisi bersama dan bakal segera melakukan sosialisasi,” pungkasnya.

Bukan Mahar Kandidat calon wakil walikota Rusliyanto Monoarfa menyatakan, permintaan uang saksi oleh PDIP telah menjadi mekanisme internal partai dalam mendukung pemenangan calon. Jadi persyaratan itu berlaku bagi calon yang akan diusung PDIP di seluruh Indonesia. “Ini bukan mahar karena PDIP tidak mengenal mahar dan tidak akan memungut paslon 1 rupiah pun.

Ini hanya dana saksi yang sudah harus disisihkan diawal sebelum bertarung. Agar tidak terpakai pada saat operasional kampanye,” jelasnya. “Sehingga pada saat hari H, paslon tidak direpotkan dengan dana saksi. Kalau tidak dikelola dari sekarang justru akan merusak nama partai,” sambung Rusliyanto Monoarfa.

Dia mengatakan, dana saksi yang disetor calon ke DPP PDIP ini hanya dititipkan sementara dan akan dikembalikan lagi pada saat pembayaran saksi minimal 1 hari sebelum pencoblosan. Sebab dana saksi itu wajib disiapkan oleh seluruh paslon pilkada termasuk pileg. “Bedanya adalah hanya pada penyiapannya.

Ada yang disediakan di awal sebelum pendaftaran, dan ada yg nanti disediakan di akhir setelah kampanye. Dan ini suatu hal yang wajar sebagai bentuk keterbukaan. Agar tidak terjadi kekecewaan bagi para saksi yang akan ditugaskan nanti,” tandasnya.

Oleh karena itu kewajiban untuk menyetor dana saksi ini menjadi hal lumrah karena untuk kepentingan calon. Terkait hal itu, Rusliyanto menyatakan dirinya bersama Rum Pagau sudah akan segera menyetorkan dana saksi itu ke DPP dalam pekan ini sesuai batas waktu yang ditetapkan oleh DPP PDIP.

“Saya pastikan itu akan segera kami penuhi dalam satu atau dua hari ke depan. Agar SK DPP sudah akan keluar. Jadi kita sudah akan berkonsentrasi untuk konsolidasi pemenangan Pilwako,” pungkas Rusliyanto Monoarfa. (wan/rmb/hg)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar