Sabtu, 27 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pebalap Liar Makin Membandel, Polisi Sampai Keluarkan Tembakan

Oleh Aslan , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 18 Desember 2017 | 12:00 PM Tag:
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Aksi balap liar mungkin saja takkan pernah habis bahkan pelakunya justru maskin membandel. Meski sudah menempuh cara persuasif, tetap saja aksi ugal-ugalan yang umumnya dilakoni para ABG (anak baru gede) ini muncul lagi. Seperti balap liar yang dibubarkan oleh aparat Polres Gorontalo Kota, kemarin, Ahad (17/12), polisi sempat melepaskan tembakan peringatan.

Pantauan Gorontalo Post, kali ini yang menjadi pusat kegiatan balap liar di simpang empat patung Saronde Kota Gorontalo. Sekitar pukul 01.00 Wita, sejumlah anak muda melakukan mulai ugal-ugalan, balap-balapan. Bahkan, terinformasi sambil taruhan.

Geram melihat aksi anak-anak bandel ini, warga setempat pun melaporkannya ke Polres Gorontalo Kota. Tak lama kemudian, polisi pun mendatangi lokasi dan seketika itu juga membuat para pelaku ugal-ugalan ini melarikan diri. Ada yang meninggalkan sepeda motornya dan ada pula yang langsung tancap gas.

Dari aksi para pengemudi balapan liar tersebut, sedikitnya ada 8 sepeda motor yang diamankan oleh anggota Polres Gorontalo Kota. Meski sudah ada kendaraan yang diamankan dan patroli intens dilaksanakan di simpang empat bundaran Saronde, masih ada pula pengemudi motor yang balapan liar di sejumlah ruas jalan utama lainnya sehingga membuat aparat kepolisian dengan terpaksa membubarkannya dengan beberapa kali melepaskan tembakan peringatan.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya,SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Tumpal Alexander Siallagan SIK mengatakan, memang balapan liar ini sudah sangat meresahkan masyarakat, terpasuk para pengguna jalan. Oleh karena itu, pihaknya langsung menuju ke lokasi balapan liar untuk melakukan patroli. “Dari hasil operasi kami ini, delapan kendaraan bermotor sudah kami amankan,” ungkap Tumpal.

Ditambahkannya pula, pihaknya mengharapkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua dari anak-anak, karena mereka yang kedapatan balapan liar ini masih tergolong anak dibawah umur.

“Kami sangat berharap pengawasan dari orang tua bisa dimaksimalkan lagi. Kalau anak belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor, kiranya tidak diberikan izin. Hal ini tidak lain demi keselamatan dari anak-anak itu sendiri karena tidak sedikit kecelakaan lalu lintas korbannya adalah anak-anak,” pungkas Alumnus Akpol 2007 ini.(kif/hg)

(Visited 16 times, 1 visits today)

Komentar