Kamis, 19 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pedagang Asongan di RS MM Dunda Menolak Ditertibkan

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 17 Maret 2017 | 13:13 Tag: , ,
  

Hargo.co.id LIMBOTO – Penertiban pedagang asongan di lingkungan RSUD MM Dunda Limboto kembali menuai ketegangan antara petugas Satpol PP dan pedagang, kemarin, Kamis (16/3).

Ini seiring dengan kebijakan dari rumah sakit yang tidak memperbolehkan lagi pedagang asongan berjualan keliling di rumah sakit.

Pantauan Gorontalo Post, saat dilakukan penertiban, para pedagang asongan keberatan dan berusaha melawan petugas Satpol PP.

Mereka bersikeras untuk tetap berjualan di RS Dunda. Saat itu, sempat terjadi insiden dimana salah satu pedagang asongan mendorong dan petugas Satpol PP.

Lin Ahmad, salah satu pedagang Asongan mengatakan, tangannya sampai luka akibat terkena jam tangan salah seorang petugas Satpol PP saat penertiban berlangsung.

“Tapi sudah saya yang so minta maaf saya pe salah juga ada ba tola-tola pa dorang (Satpol PP), kami tadi sempat emosi karena mau di usir dari rumah sakit, karena kami tidak tahu kalau berjualan di situ dia larang,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Dunda, Mohamad Natsir Abdul, saat ditemui Gorontalo Post menjelaskan,

larangan mengenai pedagang asongan tersebut sudah merupakan aturan dalam akreditasi dimana tidak diperkenankan adanya para penjual asongan yang berkeliaran di lingkungan rumah sakit.

“Kami menertibkan mereka juga untuk menjaga lingkungan rumah sakit agar tetap steril sehingga pengunjung terhindar dari terjangkit penyakit berbahaya.

Karena makanan-makanan yang dijual dengan cara berkeliling rumah sakit itu beresiko terkontaminasi dengan berbagai macam penyakit, dan kami pun tidak bisa menjamin apakah makanan yang mereka jual itu 100 persen aman untuk kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Gorontalo, Husain Ui saat dikonfirmasi mengatakan,

pihaknya terpaksa harus menertibkan para pedagang asongan tersebut karena sesuai dengan aturan setiap pedagang di rumah sakit makanannya harus steril dengan rekomendasi dari Balai POM.

“Keberadaan mereka juga mempengaruhi penilaian akreditasi rumah sakit. Jadi kami lakukan penertiban lalu melakukan pembinaan kepada mereka,

mereka juga tadi sudah tanda tangani surat pernyataan untuk tidak lagi berjualan di lingkungan rumah sakit lagi,” jelasnya.(tr-55/hargo)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar