Selasa, 30 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pejabat di Gorontalo Diminta Belajar Baca Alquran Metode Dirosa

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Minggu, 21 November 2021 | 05:05 AM Tag: , , ,
  Wagub Gorontalo H. Idris Rahim, menyerahkan ijazah kepada peserta Wisuda Dirosa Akbar di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Sabtu (20/11/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah Islamiyah diminta oleh Gubernur Gorontalo untuk dapat mengajari para pejabat lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo yang belum bisa membaca Alquran dengan metode Dirosa.

Hal itu diutarakannya saat membuka Musyarawarah Wilayah III Wahdah Islamiyah Provinsi Gorontalo yang dirangkaikan dengan Wisuda Dirosa Akbar di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Sabtu (20/11/2021).

Dirosa merupakan metode yang dikembangkan oleh Wahdah Islamiyah dalam mengajarkan cara membaca Alquran khusus untuk orang dewasa. Melalui metode Dirosa ini, seseorang akan mampu membaca Alquran dengan baik, lancar, dan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid hanya dalam 20 kali pertemuan.

“Saya khawatir banyak pejabat yang belum bisa baca Alquran. Kita inventarisir dulu dan saya minta Wahdah Islamiyah bisa mengajarkan mereka. Kalau bisa hanya dalam 10 kali pertemuan sudah mahir membaca Alquran,” ujar Wagub Idris Rahim.

Wisuda Dirosa Akbar diikuti oleh 500 peserta dari kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo dan dilaksanakan secara luring dan daring. Idris berharap, para wisudawan ini nantinya bisa membumikan Alquran di Provinsi Gorontalo.

“Tingkatkan dan lanjutkan pembelajaran Alquran dengan metode dirosa ini bagi orang dewasa. Saya berharap yang diwisuda hari ini mampu membumikan Alquran di Gorontalo dengan mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Sesungguhnya Alquran akan menjadi penerang ketika kita berada di alam kubur,” terang Wagub.

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah Islamiyah Provinsi Gorontalo Ishak Bakari menjelaskan, membaca Alquran merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap umat Islam. Atas dasar hal itulah maka organisasi yang dipimpinnya mengambil peran untuk mengajarkan membaca Alquran dengan metode dirosa kepada orang dewasa.

“Bukan muslim yang baik kalau dia tidak bisa membaca Alquran, karena sesungguhnya segala sesuatu yang berkenaan dengan Alquran ini pasti menjadi baik. Dirosa merupakan formulasi belajar membaca Alquran hanya dalam 20 kali pertemuan. Terbukti hari ini 500 orang yang diwisuda dan sudah mahir membaca Alquran,” tandas Ishak Bakari.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar