Kamis, 7 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pelaksanaan USBN Di Gorontalo Masih Gunakan Kertas Pensil

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 21 Maret 2017 | 13:45 Tag: ,
  

GORONTALO, hargo.co.id – Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2017 sudah mulai dilangsungkan sejak Senin (20/3).

USBN ini sendiri bukan hanya hanya menjadi sarana untuk menilai kemampuan akademik peserta didik. Tetapi juga menakar integritas guru.

Pasalnya, naskah soal USBN sepenuhnya dibuat oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Pemerintah pusat memberikan kewenangan penuh kepada sekolah untuk menggandakan soal tersebut di sekolah masing-masing.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad menegaskan, pelaksanaan USBN tahun ini pada dasarnya untuk menilai kejujuran guru. Bukan hanya sebagai alat penentu kelulusan peserta didik.

Menurut dia, pemerintah juga mengabulkan keinginan guru yang menuntut kewenangan penuh untuk memberikan penilaian kepada peserta didik.

“USBN kan ujian yang diselenggarakan sekolah, jadi kami hanya mengawasi. Jika masih ada terjadi kebocoran soal, itu berarti ada masalah dalam integritas guru. Kami akan mengevaluasi dan jika ada kecurangan, tentu akan ada sanksi. Dengan membocorkan soal itu artinya guru tak bisa memotret kamampuan anak didiknya dengan benar,” ujar Hamid di Gedung A Kantor Kemendikbud Senayan, Jakarta, Senin, (20/3).

Hamid menyatakan, kejujuran guru menjadi sangat penting agar tak merugikan masa depan siswa. Ia menyatakan, pemerintah pusat pasti akan menelusuri dan menindaklanjuti setiap laporan negatif seperti dugaan kebocoran soal.

Sementara itu di Gorontalo, pelaksanaan USBN berjalan dengan lancar. Hingga berakhirnya ujian belum ada laporan yang masuk ke panitia USBN tentang kecurangan yang terjadi.

Kepala dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) provinsi Gorontalo Weni Liputo mengungkapkan untuk USBN jenjang SMA/SMK menjadi tanggung jawab provinsi dalam penyelenggaraan yang berlangsung kemarin.

Sementara SMP Dikbudpora provinsi hanya menyiapkan soal dan pelaksanaan menjadi kewenangan masing-masing dinas pendidikan kabupaten/kota.

“Untuk SMK nanti pelaksanaan USBN dan Ujian Sekolah akan disambung dengan UNBK dan UNPK yang dimulai tanggal 3 sampai 6 April. Sedangkan untuk SMA/MA masih ada waktu untuk belajar lagi mepersiapakan diri untuk UNBK dan UNPK pada 10 sampai dengan 16 April nanti,” terang Weni.

Sementara itu pantauan Gorontalo Post, sebagaian besar USBN masih menggunakan media kertas pensil.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar