Pelaku Aksi Panah Wayer di Gorontalo Terorganisir?

Personil Pores Gorontalo Kota menyisir seluruh penjuru Kota Gorontalo dan melakukan razia untuk mengantisipasi maraknya kasus panah wayer di Kota Gorontalo, Rabu malam (6/11) s.d Kamis dini hari (7/11). (Foto : Natha/Gorontalo Post)

Hargo.co.id, GORONTALO – Rentetan kasus panah wayer yang terjadi di Kota Gorontalo bisa semakin merajalela bila tidak segera disikapi dengan serius oleh pihak-pihak terkait. Kasus penggunaan senjata rakitan itu sudah menjadi trend di kalangan generasi muda dan dilakukan secara terorganisir.

Terungkapnya kasus penembakan panah wayer yang dilakukan oleh NG (22) dan YY di Jalan Bali, Kota Gorontalo, Selasa (05/11/2019) membuktikan sudah bermunculan geng-geng yang kerap memainkan panah wayer untuk menyerang warga. Kedua pemuda asal Desa Ayula, Bone Bolango itu mengaku anggota geng malaria dari Desa Ayula.

“Pelaku aksi teror panah wayer di Kota Gorontalo sebagaimana yang terjadi di Jalan Bali, bukan warga Kota Gorontalo. Tapi mereka membuat resah warga kita. Aksi panah wayer saya dengan informasinya sudah terorganisir,” ujar Wakil Walikota Gorontalo Ryan Kono.

Terkait maraknya insiden panah wayer ini pula, unsur Polres Gorontalo Kota turun melakukan patroli di seluruh penjuru kota, Rabu malam (06/11/2019) hingga Kamis dini hari (07/11/2019). Patroli dilakukan untuk menyasar tempat-tempat tongkrongan malam. Targetnya, merazia minuman keras dan senjata tajam.

Baca Juga: Kota Gorontalo Diteror Panah Wayer, Kapolda Minta Segera Diungkap

Kapolres Gorontalo Kota AKBP Desmont Harjendro memimpin langsung apel di Bundaran Saronde untuk persiapan patroli diwilayah Kota Gorontalo. Desmont memerintahkan agar menyisir wilayah rawan terjadi tindak kriminal, berupa penembakan panah wayer dan tawuran antar geng.

“Dalam rangka mengantisipasi dan mengurangi tindak kriminal di Kota, kita melakukan operasi malam. Jika ada anak-anak nongkrong langsung diperiksa, jika menemukan Sajam atau Miras langsung kita amankan,” ujar Kapolres Kota.

Polisi akan menindak tegas jika para pelaku terbukti bersalah, walaupun masih dibawah umur. Polres Gorontalo Kota berencana akan menggandeng orang tua dan pihak sekolah dalam menyelesaikan kasus panah wayer tersebut.

“Jika ada anak dibawah umur maka kita panggil orang tua dan pihak sekolah, buat pernyataan bersama agar tidak mengulangi perbuatan yang melanggar UU,” katanya.

Baca Juga: Kapolres: Tembak di Tempat Pelaku Panah Wayer

Bahkan instruksi untuk mendeteksi kelompok di setiap sektor telah dilakukan Kapolres, sebagai upaya mendeteksi secara dini keberadaan anggota geng di Gorontalo. Kasus panah wayer dibutuhkan sinergitas semua elemen, keluarga merupakan benteng utama berperan penting dalam pengawasan anak-anak yang terlibat geng.

“Kita utamakan sekarang sanksi sosial agar ada efek jerah,” ujar Desmont Harjendro.

Tak dapat dipungkiri, jika pelaku panah wayer selama ini merupakan residivis kasus yang sama. Beberapa dari mereka sudah pernah divonis hakim di pengadilan. Kapolres menyinggung pemberdayaan Siskamling di tiap kelurahan/desa, karena menjadi garda depan pelaporan atas gangguan ketertiban masyarakat di kelurahan.

Sudah menjadi rahasia umum, jika peristiwa penembakan panah wayer selama ini ternyata konflik antar geng di Gorontalo. Masyarakat biasapun bisa jadi korban, saling sikut antar geng ini bahkan menyebar sampai di media sosial. Setiap geng melayangkan video pendek yang berisi tantangan dan ujaran kebencian, tidak dapat dipungkiri anggota geng masih berumur belia.

Tak jarang video dibuat di Institusi Pendidikan di Kota Gorontalo dan mengunakan seragam sekolah. Pengamat Sosial Natsir Rahman menilai peran pemerintah bisa menjadi pionir dalam mengekang pelaku panah wayer. Latar belakang pelaku yang masih siswa bisa menjadi senjata ampuh dalam menekan angka kriminal di kalangan pelajar.

Jajaran Kodim 1304 Gorontalo juga turun melakukan razia dan penertiban guna mencegah maraknya aksi panah wayer di Kota Gorontalo, Rabu (06/11). (foto : Istimewa)

“Selama ini kan pelaku pelajar, jadi ujung-ujungnya pembinaan dan dikembalikan pada orang tua, coba diberikan sanksi sosial dan tegas tentang statusnya di sekolah. Saya bersyukur jika memang pemerintah berniat mengeluarkan siswa dari sekolah jika terlibat panah wayer. Kita lihat action saja, semoga ini benar dilakukan pemerintah,” ujar Natsir.
Selain itu, warga merasa seng dengan adanya patroli yang dilakukan pihak kepolisian, dengan begitu bisa meminimalisir tindak kriminal di wilayah Kota Gorontalo.

Selain dari unsur Polri, pihak TNI dari Kodim 1304 Gorontalo juga ikut turun menyisir wilayah Kota Gorontalo. Razia dipimpin langsung Dandim 1304 Gorontalo Letkol Inf Allan Surya Lesmana.

“Personel Koramil Jajaran Kodim 1304 Gorontalo baik di wilayah Kota Gorontalo Maupun Kabupaten Bone Bolamgo, seluruhnya melaksanakan apel kegiatan patroli, dan razia kegiatan patroli ini juga melibatkan Personel Unit Intel Kodim 1304 Gorontalo dan Personel dari Kepolisian di masing-masing wilayah,” katanya.

Di lokasi yang sama Pasi Intel Kodim 1304 Gorontalo Kapten Inf Nendra Purwanto menjelaskan, bahwa kegiatan patroli, dan razia yang dilaksanakan oleh Personel Jajaran Kodim 1304 Gorontalo.

Baca Juga: Polisi Ringkus Pelaku Penembakan Panah Wayer

“Kegiatan ini merupakan upaya dalam rangka membantu Kepolisian dalam mewujudkan keamanan, dan ketertiban masyarakat yang belakangan ini kasus panah wayer yang terjadi di Wilayah Kota Gorontalo dan Sekitarnya,”kata Nandra.

Dalam Patroli yang dilaksanakan oleh Personel Babinsa Kodim 1304 Gorontalo telah mendapati pemuda di bawah umur yang masih beraktivitas di atas pukul 23:00 wita tanpa pengawasan orang tua.

“Ada kelompok pemuda yang didapati tengah melakukan pesta miras di pinggir jalan yang kemudian kami sempat bubarkan oleh Personel Patroli.

Dalam kasus tersebut masih kurangnya kepedulian warga sekitar terhadap sekelompok pemuda yang melaksanakan aktivitas malam di atas pukul 23.00 Wita sangat rendah. Rendahnya kepedulian warga sekitar terhadap aktivitas pemuda yang di bawah umur, hal terlihat dari beberapa warga membiarkan kegiatan tersebut berlangsung hingga pagi menjelang,”tegasnya.

Untuk aktivitas yang dilakukan Personel Kodim 1304 Gorontalo telah mendapat dukungan, dan disambut dengan baik oleh masyarakat.

Salah satu warga Desa Ayula Tilango, Satria Paris memberikan respon positif, serta harapan tentang Kegiatan Patroli Keamanan, dan Razia yang dilaksanakan oleh Personel Kodim 1304 Gorontalo.

“Saya menyarankan agar kegiatan patroli seperti ini dilaksanakan setiap malam untuk menimbulkan efek jera kepada oknum-oknum masyarakat yang akan mengganggu Kamtibmas di Wilayah Kami,”jelasnya.

Ia juga sangat berterima kasih atas pengamanan yang sedang dilakukan Personel Kodim 1304 Gorontalo.

“Kami berterima kasih sebesar-besarnya, karena dengan kegiatan ini, akan membuat rasa aman, dan tidak takut lagi atas kasus panah wayer yang meresahkan. Lanjutnya semoga pelaku atau kelompok yang terlibat kasus panah wayer ini bisa cepat di tangkap,”tutupnya. (gp/hg)

-