Pelaku Mutilasi Sapi di Pohuwato Diringkus di Sulteng

Pelaku mutilasi sapi milik warga ditangkap di salah satu desa di Parimo, Sulteng. (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Sejak beberapa bulan terakhir ini, masyarakat di Popayato, Pohuwato diresahkan dengan ternak sapinya yang sering dimutilasi. Betapa tidak, tam mampu mencuri sapi seutuhnya, pelaku hanya memutilasi dan mengambil bagian-bagian tertentu.

Namun, nampaknya kasus ini sudah kan berakhir, seiring ditangkapnya seorang yang terduga pelaku mutilasi sapi. Sat Reskrim Polres Pohuwato berhasil menangkap AMH (49) alias Daeng Manan di Desa Lolas, Kecamatan Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng). Pelaku ini pun langsung diamankan di Mapolres Pohuwato.

Kamis (22/08/2019), Kapolres Pohuwato, AKBP Agus Widodo,SIK, M.H melalui Kasubag Humas Bag Ops AKP Bernadin Situngkir, SH menjelaskan bahwa pelaku terpaksa melakukan tindakan ini dengan alasan terhimpit masalah ekonomi.

Sang istri yang saat ini tengah mengadu nasib di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) ingin pulang ke Gorontalo namun tidak punya biaya transportasi.

“Sehingga pelaku pun berusaha mencari uang untuk dikirim ke istrinya. Salah satu cara yaitu dengan mencuri sapi-sapi ternak milik warga yang berada di kebun,” ujar Kasubag Humas AKP Bernadin Situngkir, SH.

Pelaku mutilasi sapi milik warga ditangkap di salah satu desa di Parimo, Sulteng. (Foto Istimewa)

Aksi pencurian sapi ini dilakukan dengan cara memutilasi. Dimana hanya bagian isi perut dan kepala saja yang ditinggalkan pelaku di lokasi kejadian. Aksi ini pun diakui Manan dilakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain.

“Berdasarkan pengakuannya pelaku membanting sapinya sendiri. Kemudian diseret menggunakan tali dengan ukuran 6 meter sejauh 500 meter dari tempat asalnya, dan mulai dilakukan pemotongan layaknya penyembelihan sapi pada umumnya. Kemudian dikuliti dan dipotong-potong dagingnya untuk dijual,” tambahnya.

Daging sapi hasil mutilasi tersebut pun kemudian dijual eceran ke pasar-pasar yang ada di Parimo, Sulteng. Mulai dari pasar Bolano, Ongka, dan Cabangtiga. Dengan harga perkilo Rp 80 Ribu, pelaku mendapatkan keuntungan Rp 1 juta tujuh ratus ribu saat pertama kali menjual hasil curiannya.

Pria yang berdomisili di Desa Telaga, Kecamatan Popayato Barat, Pohuwato ini juga mengakui bahwa aksinya tersebut hanya dilakukan di wilayah Popayato saja. Dan baru sebanyak 4 kali dalam kurun waktu 3 bulan.

Lebih lanjut Kasubag Humas Bag Ops AKP Bernadin Situngkir, SH mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan penahanan terhadap pelaku pencurian sapi tersebut.

“Kasus ini masih akan dikembangkan, karena masih ada beberapa laporan terkait dengan kasus pencurian sapi. Adapun barang bukti yang berhasil disita yakni dua potongan paha sapi. Terhadap pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat 1 KHUP tentang pencurian ternak dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. (ayi/hg)

-