Sabtu, 12 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pelaku Teror Panah Wayer Diringkus di Telaga Biru

Oleh Mufakris Goma , dalam Metropolis , pada Senin, 23 Desember 2019 | 17:00 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Panah Wayer berupa ketapel dengan anak busur yang dibuat dari terali tajam yang memakai rumbai-rumbai dipangkalnya. Meski begitu mengancam nyawa manusia, barang berbahaya ini sepertinya sudah menjadi mainan biasa bagi kalangan remaja di Gorontalo.

Pada Ahad dini hari (22/12), penggunaan panah wayer oleh kalangan remaja nyaris memakan korban lagi. Untung saja, petugas kepolisian bisa cepat berkasi. Tujuh remaja berhasil ditangkap.

Penangkapan tujuh remaja ini, bermula dari laporan Ishak Utuli (29) yang sedang berkumpul bersama teman-temannya di pinggiran jalan Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru. Kala sedang asik nongkrong, tiba-tiba saja, datang IK alias Ibal (17) yang membawa komplotan geng motor. Waktu itu mereka mencari seorang warga bernama Angki.

BACA  Diduga Terlibat Judi Togel, Tiga Warga Paguyaman Diringkus Polisi

Karena merasa Angki tidak berada bersamanya, Ishak kemudian menyruh IK dan komplotannya itu mencari Angki di tempat lain. Namun, jawaban dari Ishak tersebut rupanya memicu IK menjadi marah. IK yang merasa kurang puas langsung melontarkan kalimat pengancaman kepada Ishak dan segera balik.

Selang beberapa waktu kemudian, ternyata IK dan gerombolannya itu kembali datang ke tempat Ishak dan langsung menodongkan panah wayer. Untung saja, Ishak dan rekan-rekannya cepat beraksi. IK berhasil dirobohkan ke tepi jalan, ada pun rekan-rekan IK segera kabur.

“IK ini ditangkap korban dan rekan-rekannya, lalu, di bawa ke rumah orang tua berserta panah wayer dan selanjutnya digiring ke Polsek,” kata Kapolsek Telaga Biru Ipda Zulkifli Badu.
Di Kantor Polsek lanjut Zulkifli, pihaknya mendapatkan informasi terkait rekan-rekan IK. Petugas kemudian turun mencari keberadaan mereka satu per satu. Alhasil 6 remaja lagi berhasil ditangkap.

BACA  Kisruh di Pasar Sentral, Seorang Terluka

Mereka adalah AI (19), IH (16) dan IT (15) warga Desa Pentadio Barat, kemudian IA (16) dan RY (14) warga Desa Pentadio Timur serta AM (17) warga Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya. Dua di antara para terduga pelaku yakni RY dan IT masih berstatus pelajar di salah satu sekolah menengah pertama di Telaga Biru.

“Berdasarkan pengakuan dari para terduga pelaku, panah wayer ini dibuat oleh AM dan IK di rumah AM bulan November 2019 lalu,” ujarnya.

BACA  Ini Data Jumlah Rumah yang Terendam di Bulango Utara

Zulkifli juga menyampaikan, pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa 1 buah panah wayer, enam buah anak panah wayer, satu buah hanphone yang digunakan tersangka untuk berkomunikasi serta dua unit sepeda motor yang digunakan para pelaku. Selain itu, petugas juga menyita satu unit gurinda yang diduga digunakan AM dan IK untuk merakit anak panah wayer.

“Panah wayer ini sebelum mereka gunakan disembunyikan di rumah nenek dari IK di Pentadio. Hanya neneknya tidak mengetahui itu,” katanya.

Untuk saat ini Zulkifli menegaskan, kasus ini masih akan terus dikembangkan. Ketujuh terduga pelaku sudah diamankan untuk diproses lebih lanjut. (gp/hg)


Komentar