Selasa, 27 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pelemparan BOM Molotov di Gereja, Intan Meninggal dengan Luka Bakar

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Selasa, 15 November 2016 | 10:44 WITA Tag: , ,
  


JAKARTA, Hargo.co.id – Pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11) telah merenggut nyawa seorang anak. Intan Olivia Marbun, balita manis yang masih berusia 2,5 tahun menjadi korban kebiadaban pelaku.

Intan sebelumnya mengalami kritis karena mengalami luka bakar akibat ledakan molotov.

Warga Jalan Ciptomangunkusumo Gang Jati 3 RT 27 Harapan Baru, Loa Janan Ilir Samarinda itu meninggal dunia pada Senin (14/11) dini hari setelah dirawat intensif di RS Abdul Muis.

Intan adalah satu dari empat korban ledakan molotov yang dilemparkan oleh Juhanda alias Jo.

BACA  Dua Putra Gorontalo Bakal Bersua di Muktamar PPP

Korban lainnya juga balita, yakni Alvaro Aurelius Tristan Sinaga (4), Triniti Hutahaya (3), dan Anita Kristobel Sihotang (2).

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli menuturkan, luka bakar dan infeksi pernapasan yang dialami Intan, membuat korban tidak bisa bertahan. Polri pun mengutuk serangan yang dilakukan oleh Juhanda alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia (32).

“Kami dari Polri turut berduka cita atas terjadinya peristiwa ini dan mengutuk tindakan aksi teror yang dilakukan tersangka,” kata Boy di gedung Divisi Humas Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/11).

BACA  Peran Santri di Masa Krisis

Tak hanya Polri, Ketua DPR Ade Komarudin mengutuk aksi pelemparan bom molotov yang mengakibatkan seorang anak meninggal dunia dan tiga balita luka-luka itu.

Politikus Golkar ini, juga merasa terpukul begitu mengetahui korbannya adalah anak-anak. “

Yang tak berdosa terkena akibatnya terlebih anak-anak. Sudah ada yang wafat, saya terpukul karena (korbannya) anak-anak. Masa depan bangsa kita,” kata Ade di kompleks Parlemen Jakarta, Senin.

BACA  Tim Resmob Rajawali Ringkus Dua Pelaku Pencurian di Kota Gorontalo

Akom-sapaan Ade- bahkan mengategorikan pelempar molotov sebagai teroris.

Untuk itu, Akom mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewaspadai segala bentuk teror.

“Dapat dipastikan ini teroris. Sebagaimana sering saya katakan, narkoba, korupsi dan terorisme itu musuh besar bangsa kita yang secara sistematis kekuatan bangsa harus dikerahkan untuk memberantas tiga hal itu tanpa henti,” tegasnya.

Hingga kini, ucapan duka dari keluarga, kerabat, dan netizen mengaliir di dunia maya. Mereka mendokan agar Intan mendapat tempat yang mulia di Surga.(jpg/hargo)


Komentar