Rabu, 10 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Peluang Gorontalo Naikkan Ekspor Jagung

Oleh Aslan , dalam Ekonomi Headline , pada Rabu, 9 Mei 2018 | 12:56 Tag: , ,
  

Imbas Kenaikan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar

GORONTALO, Hargo.co.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (8/5) ditutup Rp 14.036 per 1 US$. Sudah bukan rahasia lagi, kenaikan mata uang paman Sam itu menjadi angin segar bagi para eksportir. Namun apakah itu berpengaruh pada kesejahteraan petani?

Seperti diketahui, komoditas ekspor andalan Gorontalo adalah jagung. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, total ekspor jagung Gorontalo pada triwulan pertama sudah mencapai 15.050 Ton senilai US$ 3.971.725 dengan negara tujuan Filiphina. Selain jagung, Gorontalo juga melakukan ekspor 12.000 Ton barang gula atau kembang gula senilai US$ 1.050.045 ke Korea Selatan.

“Sudah pasti akan ada selisih yang diterima para eksportir dan sudah itu yang mereka tunggu-tunggu,” ungkap Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Gorontalo, Richard Iyabu, kepada Gorontalo Post, kemarin. Kenaikan kurs Dolar AS itu pula akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendorong ekspor. Dan imbas yang diterima negara, kata Richard, tentu saja adalah pada pemasukan devisa. “Ada devisanya (bertambah,red) yang masuk ke Jawa.

Memang barangnya barang Gorontalo yang diekspor dari pelabuhan Gorontalo, tapi uangnya kan ada disana (Jawa,red),” jelas dia. Jika benar eksportir untung, bagaimana nasib petani jagung Gorontalo? Richard mengatakan sama sekali tidak ada pengaruhnya. “Harga di petani kan tetap? Jadi tidak berpengaruh. Kalau eksportir jual ke luar negeri pakai USD jelang berpengaruh (untung,red). Itu sudah hukum pasar yang bicara,” tambah pengusaha sukses ini.

Malah, lanjut dia, dalam keadaan tertentu petani bisa-bisa malah merugi. Richard mencontohkan jika ada seorang petani yang ingin pergi berangkat umrah dengan keuntungan hasil panen. “Ini contoh saja. Misalnya, sekali jalan umrah Rp 25 Juta masih kurs Rp 13.000 per 1 US$, petani membayarnya dengan harga jagung Rp 3.150 per Kg. Nah, ketika kursnya naik, jelas dia (petani,red) akan tetap membayar biaya umrah dengan harga jagung yang masih sama Rp 3.150 per Kg,” pungkasnya.(axl/hg)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar