Pemanfaatan Matras Futsal Kabupaten Gorontalo Disoroti

Lapangan Futsal di wilayah Kabupaten Gorontalo disoroti karena diduga tidak dikelola dengan baik. (F. Istimewa)

-

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemanfaatan matras cabang olahraga futsal menuai sorotan dari Sekretaris Asosiasi Futsal Kabupaten Gorontalo (AFKAB), Hardiman Tolinggi. Hal tersebut dikarenakan pemanfaatan matras tersebut tidak sesuai dan bahkan tidak ada hubungannya dengan olahraga futsal.

Hardiman Tolinggi mengatakan, Dinas Pemudan dan Olahraga Kabupaten Gorontalo seolah membiarkan saja lapangan yang peruntukannya untuk pembinaan cabang olahraga futsal dan malah bergeser fungsinya.

“Kasihan apa yang sudah diberikan oleh bupati, oleh pihak dinas hanya dibiarkan begitu saja. Apalagi matras ini sudah menelan anggaran kurang lebih Rp 200 juta, rusak begitu saja. Sementara kami yang telah mengusulkan pengadaan lapangan ini ke bupati, belum sempat memanfaatkannya sama sekali. Oleh karena itu, hal ini akan kami adukan ke bupati,” tegasnya.

Hardiman juga menyebutkan bahwa, Bupati Gorontalo memang sudah memberikan sinyal soal pemanfaatan dan pengelolaan matras futsal ini diserahkan kepada AFKAB Gorontalo.

“Kami akan segera bermohon ke Pak Bupati secara resmi agar matras ini bisa kami kelola dan jaga dengan baik, demi menjaga perhatian besar dari Pak Bupati untuk pengembangan futsal di Kabupaten Gorontalo,” tutup Hardiman.

Nampak kondisi lapangan Futsal Kabupaten Gorontalo mulai mengalami kerusakan karena diduga dipergunakan bukan untuk kepentingan olahraga futsal.

Sementara itu dari pantauan awak mediam, kerusakan mulai tampak terlihat dari sejumlah tempat yang jika terus dibiarkan seperti ini maka matras futsal ini sudah tidak bisa digunakan. Sementara lapangan futsal yang telah diadakan dengan bandrol Rp 200 juta di tahun 2018, akan rusak dalam tempo tidak lama hanya karena dimanfaatkan untuk agenda bukan untuk cabang Futsal.

Ditempat terpisah, Ketua KONI Kabupaten Gorontalo, Helmi Hippy turut menyesalkan pemanfaatan lapangan Futsal bukan pada peruntukannya.

“Setahu saya, lapangan ini beberapa hari lalu digunakan oleh tim Prapon Futsal Gorontalo untuk uji tanding dan lapangan ini dipasang oleh pihak Dinas. Mestinya setelah digunakan, oleh pihak dinas kembali dibongkar lagi lapangannya. Bukannya dibiarkan kembali menjadi lokasi kegiatan dengan menghadirkan orang banyak dan matrasnya pun dijadikan lantai,” urainya.

Lebih lanjut Ketua KONI juga memberikan dukunganya terhadap fasilitas dan sarana cabang olah raga diserahkan pengelolaan dan pemeliharaannya ke pengurus Cabor masing-masing.

“Dinas sepertinya tidak bisa dengan baik menjaga sarana dan fasilitas olahraga yang ada, sehingga agar fasilitas yang sudah ada bisa berkelanjutan dan tepat sasaran, maka pengelolaannya diserahkan langsung ke pengurus cabang olah raga,” ungkapnya. (kif/hg)