Sabtu, 17 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pembahasan APBD Perubahan Terancam Molor, Syam: Jangan Salahkan DPRD

Oleh Deice Pomalingo , dalam Advertorial Legislatif , pada Minggu, 20 September 2020 | 13:30 WITA Tag:
  Ilustrasi. Kantor DPRD Kabupaten Gorontalo


Hargo.co.id, GORONTALO – Mungkin berbeda dengan daerah lain, anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan 2020 (APBD Perubahan) Kabupaten Gorontalo terancam tidak bisa disahkan sesuai jadwal. Pasalnya, tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) baru menyampaikan rancangan perubahan kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) kepada legislatif.

BACA  Pemprov - Deprov Gorontalo Sepakati Ranperda Protokol Kesehatan

“APBD Perubahan 2020 harusnya sudah selesai, tetapi kan dokumennya baru masuk. Kecuali masuk lebih awal, lalu belum diagendakan DPRD berarti kesalahannya di DPRD,” kata Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Syam T. Ase, Ahad (20/09/2020).

BACA  Komisi II Minta PDAM Limboto Lakukan Perubahan

Lanjut kata Syam T. Ase, bila melihat jadwal semestinya Agustus APBD Perubahan telah disahkan DPRD. Namun kondisinya tidak demikian.

“Nanti kita (DPRD) akan sampaikan ke pemerintah daerah, jadi kalau memang terlambat bukan kesalahan kami,”tegas Syam T. Ase.

Lanjut katanya, sebelumnya telah dua kali mengajukan rapat bersama TAPD. Namun, pemerintah masih disibukan dengan agenda pemerintahan.

BACA  Program Pembangunan Harus Dipersiapkan Secara Matang

“Sempat rapat telah diagendakan sebanyak dua kali, tapi pemerintah masih ada kegiatan lain. Artinya dprd tidak bisa melanjutkan pengajuan kua-ppas apbd perubahan kalau rkpd saja belum selesai,” kata Syam. (wie/adv/hg)


Komentar