Rabu, 18 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pembangunan 15 Rumah BSPS Terbengkalai , Penerima Bantuan Numpang di Rumah Tetangga

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Rabu, 19 Oktober 2016 | 11:10 Tag: ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)  di Kelurahan Donggala, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo berujung masalah. Program yang tadinya diharapkan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat itu, malah berubah menjadi musibah.

Pasalnya, dari 15 rumah yang mendapat bantuan, belum ada satu pun pekerjaanya yang terselesaikan. Akibatnya, warga yang terlanjur merehab rumahnya terpaksa harus tinggal menumpang di rumah tetangga.

“Rumah saya sudah dibongkar karena katanya akan direhab dengan bantuan BSPS. Bantuan itu benar ada. Tapi lihatlah yang terjadi, sampai kini belum selesai-selesai,” ujar Bentar Ismail (30), salah satu warga penerima bantuan program pemerintah pusat itu.

Rentan waktu pembangunan rumah BSPS sesuai rencana dan target selama 3 bulan. Di Kelurahan Donggala, pekeerjaannya telah dimulai sejak Agustus kemarin. Targetnya, 16 November sudah harus rampung.

“Disini ada 15 rumah pak. Semuanya pekerjaanya terbengkalai. Bahkan ada yang baru pondasinya yang bisa dibangun. Saya ini akhirnya tinggal di rumah orang,” ungkapnya.

Menurut Banter pula, penyebab terbengkalainya pekerjaan BSPS ini lantaran bahan materil yang datang selalu kurang. Sementara penerima bantuan diminta untuk mengejar target hingga tanggal 16 November 2016 ini.

“Katanya jika tidak terbangun, uangnya akan ditarik kembali oleh pihak kementrian. Namun apa yang bisa kita buat, bahan-bahan materil yang bisa kita ambil kurang, bagaimana kita bisa bangun,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan Banter, sesuai dengan rapat-rapat sebelumnya terkait penyerahan bantuan BSPS tersebut, penerima sesuai kesepakatan tinggal menunggu di tempat. Namun, faktanya, harus menjemput bahan-bahan di toko bangunan.

Lurah Donggala Hariyanto Akudje mengakui memang muncul masalah pada penerima bantuan BSPS tersebut. Masalah tersebut berupa keterlambatan penyaluran bahan material. Hal inilah yang membuat pembangunan 15 rumah tersebut lamban.

“Setelah saya menerima banyak keluhan dari masyarakat ini, saya akan segera mencarikan solusinya. Kita juga akan mengundang petugas penyalur bantuan ini,” ujar Hariyanto.

Hanya saja kata Hariyanto sebenarnya pula pembangunan rumah BSPS tersebut paling tidak sudah berjalan. Sejauh ini rata-rata pembangunan 15 rumah tersebut sudah mencapai 65 persen.

“Tapi karena target waktu tinggal sebulan, sementara jelas ada masalah keterlambatan penyaluran bahan materil, maka akan kita carikan solusinya,” tandasnya. (tr-53/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar