Jumat, 16 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pembangunan Dermaga Apung Olele Batal

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 11 Juli 2017 | 13:05 WITA Tag: , , ,
  


 

Hargo.co.id BONE BOLANGO – Rencana pembangunan dermaga apung di lokasi wisata pantai Olele Kabupaten Bone Bolango pupus sudah.

Pasalnya, anggaran untuk pembangunan dermaga apung tersebut anggarannya tertolak dari pusat karena berdasarkan hasil survei Kementerian Kelautan, dan Perikanan (KKP) area tersebut memiliki gelombang besar.

Sehingga dikhwatirkan jika dermaga tersebut terbangun maka akan rusak.

Menurut sumber Gorontalo Post, ada dua alternatif yang disarankan KKP RI yakni lokasi pembangunan dermaga apung dipindahkan ke area yang lebih aman tetapi masih di sekitar Olele yang terlindung dari gelombang besar.

Alternatif kedua Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo membangun shelter/bangunan pemecah ombak (breakwater) ditempat yang diajukan saat ini.

BACA  Simpan Narkoba dalam Sepatu, Dua Calon Penumpang Lion Air Diciduk

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo Sutrisno ketika dikonfirmasi mengatakan, dermaga apung Olele merupakan bantuan langsung dari pemerintah pusat guna mendukung konservasi pantai.

“Survei dari tim KKP, disimpulkan area yang akan dibangundermaga olele memiliki gelombang tinggi jadi dianggap nggak layak,” kata Sutrisno.

Ketika disinggung soal alternatif untuk membangun shalter atau berakweater di sekitar lokasi dermaga apung.

Ditegaskan Sutrisno hal itu jelas-jelas tak bisa dilakukan karena dampaknya justru akan merusak terumbu karang di lokasi tersebut.

“Ya, kalau dipindah ke pantai lain selain olele itu tidak bisa sembarangan dipindah begitu saja, sebab prioritasnya adalah kawasan olele,”terang Sutrisno.

Dijelaskannya, tujuan pembangunan dermaga apung tak lain untuk tempat sandar kapal. Selain itu untuk aktivitas penyelam, berenang, para pengunjung lokasi.

BACA  Kapolri Benarkan Kantornya Diserang OTK Bersenjata

Bahkan, bisa dimanfaatkan para nelayan untuk bertambat, bahkan bisa untuk berfoto selfie bagi para pengunjung wisata.

“Rencana pembangunan dermaga apung ini nanti akan saya konfirmasi kembali dengan KKP. Kalau anggarannya sebetulnya untuk tahun ini sih, jumlah nominlnya belum bisa disebutkan sebab itu anggaran langsung dari pusat,”tandasnya.

Seperti diketahui, dermaga apung adalah tempat untuk menambatkan kapal pada suatu ponton yang mengapung di atas air.

Digunakannya ponton adalah untuk mengantisipasi air pasang surut laut, sehingga posisi kapal dengan dermaga selalu sama,

kemudian antara ponton dengan dermaga dihubungkan dengan suatu landasan/jembatan yang flexibel ke darat yang bisa mengakomodasi pasang surut laut.

BACA  Beredar Kabar, Pencuri Tabung Gas Sasar Kos-kosan di Bone Bolango

Adapun dermaga apung atau ponton baja yang mempunyai keunggulan mudah untuk dibuat tetapi perlu perawatan, khususnya yang digunakan dilaut.

Dermaga ponton beton yang mempunyai keunggulan mudah untuk dirawat sepanjang tidak bocor.

Sementara Dermaga ponton dari kayu gelondongan, yang menggunakan kayu gelondongan berat jenisnya lebih rendah dari air sehingga bisa mengapungkan dermaga.

Dermaga ponton dari bahan HDPE atau dikenal dengan Dermaga Apung HDPE yang dapat berupa kubus apung atau Pipa (silinder) yang merupakan inovasi

terbaru menggantikan ketiga ponton di atas karena lebih tahan lama dan tidak merusak lingkungan/Ramah Lingkungan.(roy/hargo)


Komentar