Jumat, 26 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pembangunan Jalan di Ponelo Kepulauan Gagal, Dua Aleg Protes

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Advertorial Legislatif , pada Kamis, 3 September 2020 | 10:05 WITA Tag: , , ,
  Salah satu ruas jalan di Kecamatan Ponelo Kepulauan, Gorontalo Utara. (Foto Istimewa/Tangkapan Layar Youtube)


Hargo.co.id, GORONTALO – Gagalnya pembangunan jalan di Ponelo Kepulauan, memaksa dua anggota DPRD Gorontalo Utara (Gorut) angkat bicara. Mereka menduga ada skenario untuk menggagalkan pekerjaan tersebut.

Kepada hargo.co.id, Aleg Gorontalo Utara, Gustam Ismail mengungkapkan jika pembangunan jalan tersebut sudah tiga kali dilakukan penundaan. Dirinya menduga ini sengaja dilakukan untuk menggagalkan pembangunan tersebut.

“Alasannya, ini sudah terjadi beberapa kali. Saya duga ada skenario di balik ini. Sejak 2018 kemudian berlanjut pada 2019 dan pada 2020 ini terjadi penundaan lagi,” kata Gustam Ismail yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gorontalo Utara.

BACA  Pekan Depan DPRD Paripurnakan Hasil Pansus

Jika memang alasannya karena ada pemotongan DAU, lalu kenapa ada pekerjaan lain yang dapat dilaksanakan seperti jalan. Apa skala prioritasnya dibandingkan dengan Jalan Ponelo Kepulauan yang harus dipotong.

BACA  Fraksi PDI Perjuangan Patungan Realisasi Bantuan Mahyani

“Terus terang saya bingung. Dua kali gagal tender dan jaminannya harus dilaksanakan pada 2020 dan kembali lagi gagal,” tegas Aleg PKS ini.

Hal senada disampaikan Aleg PPP, Matran Lasunte. Yang mana dirinya merasa khawatir dengan program pembangunan jalan Ponelo Kepulauan. Menurutnya, jangan sampai ada tendensi lain atas tidak dilaksanakan untuk kesekian kalinya.

BACA  Idris Rahim Dorong Mahasiswa Gorontalo Kembangkan Penelitian Tanaman Palma

“Kalau memang dipotong, apa alasan mendasar terhadap pemotongan yang dilakukan,” tanya Matran Lasunte.

Dari awal kata Matran, perwakilan masyarakat mencurigai ada konspirasi yang ingin menggagalkan pelaksanaan pembangunan jalan tersebut.

“Dari awal yang kami pantau tidak pernah ada prosesnya, padahal dari rentang waktu yang ada itu dapat dilakukan,” tandasnya. (abk/adv/hg)


Komentar