Sabtu, 13 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pembangunan Pasar Modern Disorot, DPRD: Jujur Kami Resah 

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Jumat, 24 Juni 2022 | 03:05 Tag: ,
  Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Syam T. Ase bersama sejumlah anggota Komisi II dan III DPRD saat meninjau proyek pembangunan Pasar Modern Limboto di Kelurahan Kayubulan. (Foto:Deice Pomalingo/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pembangunan pasar modern atau eks Shopping Center Limboto disorot oleh DPRD Kabupaten Gorontalo. Saat ini sejumlah legislator melakukan kunjungan lapangan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Syam T. Ase didampingi oleh sejumlah anggota Komisi II dan Komisi III.

Syam T. Ase mengaku resah dengan pembangunan proyek Pasar Modern Limboto yang dinilai telah memasuki waktu pekerjaan dua bulan namun minim progres pekerjaan. 

“Jujur kami (DPRD) resah, karena kami tahu proyek ini sementara berjalan. Ternyata progresnya belum sesuai harapan,” keluh Syam T. Ase. 

Syam T. Ase mengungkapkan, keresahan anggota DPRD Kabupaten Gorontalo karena hampir keseluruhan proyek multi years terkendala dengan progres pembangunan. Dengan demikian, lanjut Syam, jika masalah progres pekerjaan tidak segera diatasi oleh penyedia jasa dan pemerintah maka bisa bermuara pada penambahan waktu pekerjaan.  

“Ingat ini sudah satu bulan lebih, efeknya bisa ada keterlambatan pembangunan yang bermuara pada penambahan waktu pekerjaan. Nah ini kerugian untuk kontraktor,” ungkap Syam T. Ase. 

Politisi PPP ini juga membeberkan, hasil kunjungan lapangan pasca meninjau langsung lokasi pembangunan Pasar Modern Limboto. Berdasarkan kunjungan tersebut, penyedia jasa mengaku terhambat dengan perhitungan aset bangunan lama.  

“Ini yang kami temukan di lapangan. Jangan menuntut kontraktor agar cepat dalam melaksanakan pekerjaan, sementara ada hal-hal (perhitungan aset) masih menjadi masalah,” tutur Syam T. Ase . 

Ia berpesan, kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), tolong masalah ini harus jadi perhatian dan kepada kontraktor kejar keterlambatan pekerjaan. (***)

 

Penulis: Deice Pomalingo

(Visited 12 times, 1 visits today)

Komentar