Sabtu, 17 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pembangunan Sarana dan Prasarana Harus Sesuai Kebutuhan

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Minggu, 11 Oktober 2020 | 20:05 WITA Tag: , ,
  Peletakan batu pertama pembangunan kampus UBM oleh Wagub Gorontalo, Idris Rahim, Sabtu (10/10/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pembangunan sarana dan prasarana harus sesuai kebutuhan serta memperhatikan desain yang menarik dan nyaman agar proses pembelajaran bisa berlangsung dengan baik.

Demikian penyampaian Wagub Gorontalo, Idris Rahim ketika memberikan sambutan pada kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Universitas Bima Mandiri (UBM), serta peluncuran Program Pendidikan (Prodi) Budidaya Ikan Nila, Sabtu (10/10/2020).

“Upayakan bangunannya jangan ada yang kosong, terpakai semuanya, sehingga tidak mubazir kita membangun gedung perkuliahan,” tutur Wagub Idris Rahim.

Idris juga menyampaikan apresiasi tekad yayasan Bina Mandiri, meski di tengah pandemi Covid-19 yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, tetap membangun gedung kampus ini.

BACA  Merasa Ditolak Magang di Puskesmas, Baliho Kadikes Kabgor Dirusak

“Meski baru berusia satu tahun, UBM Gorontalo ini sudah bisa berlari kencang. Mudah-mudahan ke depan universitas ini semakin eksis dan berkembang,” kata Wagub Idris Rahim dalam sambutannya pada kegiatan itu.

Sementara itu Ketua Yayasan Bina Mandiri, Azis Rahman, mengatakan, kampus UBM Gorontalo dibangun dilahan seluas 2,5 hektar. Di lokasi tersebut akan dibangun empat gedung yang terdiri dari gedung rektorat dan gedung perkuliahan.

BACA  Kurangi Menyentuh Barang dengan Tangan

“Untuk gedung perkuliahan terdiri dari 30 ruangan. Proses pembangunannya akan kita lakukan secara bertahap, yang penting kita sudah punya lahan, master plan dan desainnya juga sudah jelas,” ujar Azis.

Selain pembangunan empat gedung tersebut, Azis menambahkan bahwa pihaknya akan terus berupaya mengembangkan sarana prasarana UBM Gorontalo. Salah satunya adalah pembangunan Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) yang tak jauh dari lokasi pembangunan kampus UBM Gorontalo.

“Sesuai master pembangunan, kami masih memiliki lahan di sisi kanan yang sementara diupayakan untuk kita bebaskan. Jika lahan itu sudah bebas akan kita bangun rusunawa untuk mahasiswa UBM Gorontalo. Kami mohon dukungan Pemprov Gorontalo,” ucap Azis.

BACA  IAIN Sultan Amai Luluskan 482 Mahasiswa, Ini Pesan Wagub Gorontalo

UBM Gorontalo merupakan penggabungan dari dua sekolah tinggi yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Bisnis Gorontalo dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bina Mandiri Gorontalo yang berada di bawah naungan Yayasan Bina Mandiri Gorontalo. UBM Gorontalo berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 1033/KPT/I/2019 tanggal 18 Oktober 2019.(adv/rwf/hg)


Komentar