Saturday, 24 July 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pembangunan Terkendala Status Lahan, Ini Reaksi DPRD

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Legislatif , pada Thursday, 22 July 2021 | 04:05 AM Tags: , , ,
  Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Hamzah Sidik

Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Hamzah Sidik mengaku kesal dengan sikap pemerintah daerah yang tak melakukan apa-apa. Ini terkait dengan lokasi pembangunan namun terkendala status lahan.

Ini terungkap ketika DPRD menggelar rapat koordinasi dengan beberapa pihak seperti ATR, BPN, Dinas PU, Dinas Perkim, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa. Rapat tersebut menyangkut lahan yang akan dilakukan intervensi program, sementara ini masih terkendala dengan statusnya. 

“Ketika dicek, ternyata Pemda belum melakukan permohonan. Saya kesal juga, harusnya Pemda lakukan permohonan dan juga mapping, mana tanah yang terhambat karena status lahan,” tegasnya usai memimpin rapat Senin (19/07/2021).

Rapat kerja DPRD Gorontalo Utara bersama mitra kerja terkait status lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan pada Senin (19/07/2021). (Foto: Istimewa)
Rapat kerja DPRD Gorontalo Utara bersama mitra kerja terkait status lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan pada Senin (19/07/2021). (Foto: Istimewa)

Harusnya, kata Hamzah Sidik, pemerintah lakukan pendataan dan mapping mana saja titik lokasi lahan yang akan diintervensi program. Kemudian ketika terkendala lahan, maka itu dilakukan permohonan untuk dilakukan enclave atau dikeluarkan dari status lahan yang ada agar dapat diintervensi program. 

“Lucunya Pemda sudah tahu masalahnya bahwa ada lahan, hanya saja terkendala status. Namun Pemda tidak pernah melakukan upaya apa-apa untuk bagaimana supaya beres masalahnya,” kata Hamzah Sidik.

Seperti halnya penanganan masalah banjir yang ada di Kecamatan Anggrek dan Monano, yang sampai saat ini tidak ada penyelesaiannya karena disana ada lahan mangrove.

“Olehnya kita minta agar ada pendataan, kemudian mana yang terkendala status, itu yang kita ajukan permohonannya. Karena ketika kita cek, ternyata pemda belum masukan permohonan,” kuncinya. (***)

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 74 times, 4 visits today)

Komentar