Senin, 10 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pembantai Jemaah Masjid di Selandia Baru Akhirnya Ikhlas Disebut Teroris

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Minggu, 25 April 2021 | 02:05 WITA Tag: , , ,
  TANPA EKSPRESI: Brenton Tarrant mendengarkan saat jaksa Mark Zarifeh menyampaikan pernyataan di Pengadilan Christchurch, Kamis (27/8) (JOHN KIRK-ANDERSON / POOL / AFP)


Hargo.co.id, WELLINGTON – Pria bersenjata yang menewaskan 51 jamaah dalam serangan di masjid Selandia Baru membatalkan pengajuan upaya hukum atas kondisi penjara dan statusnya sebagai “entitas teroris”, New Zealand Herald melaporkan Jumat.

Catatan yang dirilis oleh Hakim Geoffrey Venning menunjukkan Brenton Tarrant mencabut pengajuannya, tullis surat kabar itu. Dokumen itu tidak langsung tersedia dari pengadilan.

BACA  Tanpa Sadar, Anggota Parlemen Kanada Telanjang Saat Sidang Daring

Pemuja supremasi kulit putih Tarrant divonis penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat pada Agustus lalu atas pembunuhan 51 orang dan percobaan pembunuhan 40 orang lainnya di dua masjid di Christchurch pada 15 Maret 2019.

BACA  Orang-Orang Ini Diminta Meninggalkan Malaysia Sebelum 21 April

Peristiwa itu menjadi penembakan massal tersadis sepanjang sejarah Selandia Baru.

Warga negara Australia itu merupakan orang satu-satunya di Selandia Baru yang menyandang status teroris.

Tarrant pekan lalu mengajukan upaya hukum dan tidak hadir dalam persidangan. (ant/dil/jpnn/hargo)

BACA  Rakyat Malaysia Turut Berkabung Atas Musibah KRI Nanggala-402

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Pembantai Jemaah Masjid di Selandia Baru Akhirnya Menyerah, Ikhlas Disebut Teroris“. Pada edisi Jumat, 23 April 2021.

Komentar