Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pembayaran Honor GTT Tergantung Aktivitas dan Kehadiran 

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Kamis, 22 April 2021 | 20:05 WITA Tag: ,
  Penyerahan SK GTT belum lama ini oleh Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pembayaran honor atau gaji Guru Tidak Tetap (GTT) turut dipengaruhi oleh kehadiran dan juga aktivitas dari tenaga pendidik yang bersangkutan. Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Irwan A. Usman saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/04/2021).

Irwan mengatakan bahwa untuk anggaran gaji GTT tersebut ada yang masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan ada yang melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 

“Untuk pembayaran gaji, saya telah menghimbau itu dibayarkan full sesuai dengan yang tertera dalam SK,” ungkapnya.

Namun demikian kata Irwan, terkait dengan pembayaran gaji tersebut hanya bulan April saja yang memang dibayarkan full selama sebulan. 

“Untuk Januari sampai Maret, dilihat lagi aktivitas para GTT di sekolah tersebut, apakah mereka memang aktif sejak Januari atau hanya waktu-waktu tertentu saja,” kata Irwan.

Pasalnya, ada yang memang tidak lagi masuk sejak bulan Januari, nanti pada proses seleksi kemudian mereka mendaftarkan diri lagi dan dinyatakan lulus. 

“Maka mereka itu dihitung sejak aktifnya di sekolah tempat mereka bekerja” tegasnya.

Selain itu juga terhadap kehadiran GTT di sekolah juga atau dalam beraktivitas setiap hari menjadi rujukan dalam menghitung besaran gaji yang akan mereka terima atau yang akan dibayarkan. 

“Untuk kehadiran ini juga menjadi pertimbangan yang mempengaruhi besaran gaji yang akan diberikan apakah dibayarkan full ketika memenuhi semua persyaratannya atau hanya dibayarkan sebagian sesuai dengan jumlah kehadiran dan aktivitasnya,” ujar Irwan.

Untuk akumulasi atau prosentase kehadiran itu semuanya sudah ada di dinas kata Irwan, namun untuk teknis bagaimana setiap satuan pendidikan itu dikembalikan ke sekolah masing-masing. 

“Hanya saja untuk laporannya itu langsung ke dinas dan nanti dinas yang akan mengakumulasinya, dan ini hanya berlaku untuk GTT yang gajinya bersumber dari APBD, sementara untuk gaji yang bersumber dari dana BOS itu dikembalikan ke satuan pendidikan masing-masing,” kuncinya. (abk/adv/hargo)

BACA  Penyelesaian Bypass di Gorontalo Utara Butuh Rp 80 Miliar 

Komentar