Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pembelajaran Tatap Muka Diwarnai Tawuran di Kabupaten Gorontalo

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Kamis, 2 Desember 2021 | 01:05 AM Tag: , , ,
  Ilustrasi. Tawuran di Kabupaten Gorontalo

Hargo.co.id, GORONTALO –  Keputusan pemerintah untuk menerapkan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang bertujuan untuk memaksimalkan proses pembelajaran, justru diwarnai dengan tawuran antar siswa SMA di Kabupaten Gorontalo. Peristiwa itu terjadi di Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto, sekitar Pukul 15.30 Wita, Senin (29/11/2021).

Informasi yang dihimpun Hargo.co.id, peristiwa tersebut bermula saat beberapa siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Limboto melawan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tibawa melangsungkan pertandingan futsal persahabatan pada hari Jumat, (2611/2021) di salah satu Kampus Swasta di Limboto.

Muhammad Jabir Toyini (18), Siswa SMA Negeri 1 Tibawa mengatakan, pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan dari pihak sekolahnya. Namun, kata dia, di akhir pertandingan, terjadi cekcok antar pemain yang berujung pemukulan terhadap salah seorang siswa dari SMA Negeri 1 Tibawa. 

Berniat mengakhiri persoalan tersebut, teman-temannya dari SMA 1 Tibawa berencana menggelar pertandingan persahabatan lanjutan dan mengundang kembali SMK Negeri 1 Limboto sekaligus meminta maaf atas kejadian sebelumnya. Mereka kemudian mengunjungi SMK Negeri 1 Limboto untuk menyampaikan undangan pertandingan tersebut. 

“Saya lupa berapa jumlah kami yang datang karena saya hanya ikut saja. Mungkin belasan orang. Niat kami ingin berdamai agar masalah tersebut tidak berkepanjangan,” Kata Muhammad Jabir Toyini kepada Hargo.co.id, Selasa (30/11/2021).

Saat berada di kompleks SMK Negeri 1 Limboto, mereka kemudian bertemu dengan siswa dari sekolah tersebut. Salah satu siswa kemudian menyuruh mereka menunggu karena siswa yang terlibat perkelahian di pertandingan futsal tidak berada di sekolah waktu itu.

“Dia bilang tunggu, siswa yang terlibat masalah itu tidak ada, masih mau dipanggil dulu. Tak lama mereka kembali tapi sudah banyak orang. Kami kemudian di keroyok. Saya jadi salah satu korban,” kata Muhammad Jabir Toyini sambil menunjukkan lutut kanannya yang masih sakit.

Akibat kejadian tersebut, dirinya mengalami luka di beberapa bagian tubuh serta lututnya mengalami cedera ringan akibat terbentur benda tumpul. Sementara itu, kendaraan sepeda motor yang digunakannya mengalami kerusakan di bagian Jok serta lecet di bagian body motor

Saat ini, peristiwa tersebut telah dilaporkan oleh salah satu pihak keluarga korban ke Polres Gorontalo dan sedang ditangani oleh pihak kepolisian. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 7.964 times, 1 visits today)

Komentar