Jumat, 5 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pembunuhan di Leato Utara, Dilatarbelakangi Unsur Sakit Hati

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Metropolis , pada Selasa, 19 Januari 2021 | 16:05 WITA Tag: ,
  Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota AKP Laode Arwansyah S.I.K saat menggelar konferensi Pers kasus pembunuhan di Leato Utara. (Foto: Zulkifli Polimengo)


Hargo.co.id, GORONTALO – Kasus penikaman yang dilakukan oleh pelaku berinisial A (59) terhadap korban Fitrianti Musa (35), yang terjadi di Jalan Artje Slamet, Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo pada Jumat (15/01/2021) ternyata sudah direncanakan pelaku karena unsur sakit hati.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Gorontalo Kota AKBP Desmont Harjendro A.P S.I.K MT melalui Kasat Reskrim AKP Laode Arwansyah S.I.K, saat menggelar Konferensi Pers di Mapolres Gorontalo Kota pada Selasa (19/01/2021).

Dalam gelaran Konferensi Pers tersebut disebutkan bahwa pelaku yang tidak lain adalah mantan suami korban dan baru saja resmi bercerai 2 pekan sebelum kejadian, mengaku gelap mata hingga menikam korban saat mengetahui korban telah memiliki suami baru.

BACA  Gedung Serba Guna Polres Gorontalo Terbakar

“Awalnya pelaku yang belakangan diketahui adalah warga Padang ini datang ke rumah korban dengan maksud ingin bersilaturahmi dan mengambil hak asuh anak. Saat itu korban bersama suami barunya MB (50) menerima kedatangan pelaku dengan baik. Berapa saat kemudian pelaku pamit keluar untuk mengambil handphone yang tidak lain hanyalah sebilah pisau yang diselipkan di pinggangnya hingga kembali ke rumah korban dan masuk melalui pintu belakang,”jelas AKP Laode Arwansyah S.I.K.

BACA  Pria Usia 21 Tahun Ditemukan Gantung Diri

Lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Bone Bolango yang sempat lama membawahi Tim Resmob Watawatanga itu menerangkan, sebelumnya pelaku bersama korban dan MB sempat berbincang-bincang hingga beberapa saat kemudian pelaku menyerang MB dengan menggunakan sebilah pisau.

“Setelah kembali ke rumah korban, beberapa saat kemudian tiba-tiba pelaku mengeluarkan sebilah pisau dan langsung menyerang MB hingga menyebabkan tangan dan pinggang sebelah kiri MB luka. Melihat MB yang melarikan diri ke arah bukit, pelaku kemudian berbalik mengejar korban hingga ke tepi pantai, dan disinilah korban ditusuk oleh pelaku secara membabi buta,”terang AKP Laode Arwansyah S.I.K.

BACA  Merespon Keresahan Masyarakat, Polda Gorontalo Akan Berantas Aksi Premanisme

Kasat Reskrim menambahkan, saat peristiwa itu salah satu keluarga korban yang melihat kejadian tersebut berusaha melerai hingga melarikan korban ke rumah sakit, akan tetapi korban meninggal saat perjalanan menuju ke rumah sakit, sementara pelaku telah diamankan oleh Anggota Babinsa dan Masyarakat setempat.

Atas perbuatan yang diketahui telah direncanakannya itu, pelaku terancam akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara selama 20 tahun, atau seumur hidup, hingga dengan hukuman mati.(zul/hg)


Komentar