Senin, 18 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pembunuhan Leato Direka Ulang

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Metropolis , pada Sabtu, 28 April 2018 | 11:10 AM Tag: , ,
  

Hargo.co.id– Kasus dugaan pembunuhan terhadap korban Anwar Enteseo, warga Leato Utara, Dumbo Raya, Kota Gorontalo, pada 8 Oktober 2014 silam akhirnya direka ulang oleh Polres Gorontalo Kota. Sedikitnya ada 14 adegan yang diperagakan oleh tersangka SR alias Koi.

Pantauan Gorontalo Post, pelaksanaan rekonstruksi dilakukan di seputaran Asrama Polisi (Aspol) Polres Gorontalo Kota, sekitar Pukul 10.00 Wita. Dalam kesempatan itu, turut hadir dua jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Gorontalo serta dihadiri pula oleh pihak keluarga korban.

Dalam reka ulang tersebut, ada kurang lebih 14 adegan yang dimainkan dan pada adegan yang ke sembilan, nampak sebilah pisau badik diarahkan oleh tersangka SR alias Koi kebagian dada sebelah kanan korban sehingga membuat korban meninggal dunia.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya,SIK melalui Kasat Reskrim AKP Handy Senonugroho,SIK menjelaskan, rekonstruksi yang dilakukan ini tidak lain untuk mencari tahu seperti apa peran atau pun adegan pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka. “Ini penting dilakukan dan merupakan salah satu hal yang dipersyaratkan oleh Jaksa.

Oleh karena itu, kami melakukan rekonstruksi ini dan menghadirkan pula para Jaksa sehingga bisa ada petunjuk yang diberikan. Dengan demikian, perkara ini pula bisa ditingkatkan pada proses maupun tahap selanjutnya,” jelasnya.

Sementara itu, ibunda korban, Lolita Kaharu mengaku, tidak menerima pelaksanaan rekonstruksi yang dilakukan oleh aparat Kepolisian tersebut. Hal ini dikarenakan ada beberapa fenomena yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Diantaranya, dalam rekonstruksi tersebut ada lima orang oknum anggota Polri yang berada di dalam mobil.

Namun pada pelaksanaan rekonstruksi, hanya ada tiga anggota saja yang dihadirkan. Selain itu, mobil yang dipergunakan oleh pelaku tidak sesuai dengan mobil yang dipergunakan pada saat rekonstruksi, begitu pula dengan sepeda motor yang dipergunakan korban, bukan yang sebenarnya.

“Dari yang tertulis di salah satu media cetak, luka tikaman korban ada pada bagian kiri, padahal sebenarnya luka tikaman berada di bagian kanan dan yang tertulis pula kejadian tersebut terjadi pada Pukul 02.30 Wita. Yang sebenarnya, korban sudah keluar rumah sejak Pukul 23.30 Wita.

Pada intinya kami dari pihak keluarga almarhum, hanya ingin mencari keadilan. Oleh karena itu, hal ini menurut kami tidaklah sesuai dan perlu diperhatikan kembali oleh pihak Polres Gorontalo Kota,” ungkap ibunda korban.

Menanggapi hal tersebut, alumnus Akpol 2008 ini mengatakan, kenapa hanya tiga orang saja saksi yang hadir pada saat rekonstruksi? Itu dikarenakan salah satu anggota sudah dimutasi ke luar daerah dan yang satunya lagi berhalangan hadir karena keluarganya dalam keadaan sakit.

Terkait dengan kendaraan yang dipergunakan? Memang saat ini kata AKP Handy Senonugroho,SIK, pihaknya belum mengetahui keberadaan dari mobil yang dipergunakan. Bahkan pisau badik yang dipergunakan oleh pelaku pula belum ditemukan.

“Oleh karena itu, dalam rekonstruksi ini kami hadirkan dari pihak Kejaksaan dan pihak keluarga, sehingga bisa melihat langsung seperti apa kejadiannya. Proses rekonstruksi yang kami lakukan ini pula sesuai dengan hasil keterangan saksi-saksi dan juga tersangka, yang kami periksa secara berbeda,” pungkasnya.(kif/Tr-59/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar