Rabu, 23 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pembunuhan Guru Gegerkan Mananggu, Pelaku Diduga Mantan Pacar

Oleh Sunarto Nusi , dalam Headline Metropolis , pada Sabtu, 21 Desember 2019 | 15:40 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Kisah cinta tak selamanya berakhir bahagia. Potret ini seperti halnya dialami warga Desa Tabulo Kecamatan Mananggu, Boalemo, Ningsi Yusuf Haluti (39) yang berakhir dengan kisah pembunuhan ini diduga pelakunya  mantan pacarnya berinisial DM, Sabtu (21/12/2019).

Informasi yang berhasil dihimpun Hargo.co.id, dari sejumlah sumber mengungkapkan bahwa kejadian heboh dan menggegerkan warga Mananggu ini bermula ketika korban Ningsi Yusuf Haluti melintasi ruas Jalan Trans Sulawesi sekitar pukul 08.00 Wita dengan menumpang bentor.

Saat berada di Desa Keramat, Kecamatan Mananggu, korban yang merupakan guru pada salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Mananggu itu, dicegat oleh pelaku dan meminta pengemudi bentor berhenti. Keduanya langsung terlibat cekcok.

BACA  Pemuda di Padebuolo Gantung Diri, Orang Tua Tolak Otopsi

Sampai akhirnya pelaku menghujamkan sebilah pisau tepat di bagian dada korban yang saat itu masih berada di atas jok kursi bentor. Pengemudi bentor langsung meminta bantuan warga sekitar. Sayang, nyawa korban tak lagi tertolong meski sempat dibawa ke Puskesmas Mananggu.

Catatan korban di dinding facebook-nya saat ulang tahun.

Kapolsek Mananggu, Iptu Agung Gumara Samosir yang diback up personil Polres Boalemo langsung terjun ke lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TPK). Selain mengumpul barang bukti pada dugaan pembunuhan itu, Polisi juga langsung mengamankan tersangka di Mapolres Boalemo. Pihak kepolisian hingga saat ini masih mendalami motif dugaan pembunuhan ini.

Kabar terjadinya pembunuhan itu langsung viral di media sosial. Berbagai ucapan bela sungkawa datang dari teman dan kerabatnya. Maklum, guru yang dikenal pendiam itu, juga dikenal dengan murah hati.

BACA  2,5 Tahun Berpisah, Nelson-Fadli Bersua di Masjid Baiturrahman Limboto

Salah satu akun facebook bernama Moms Arsyila Abadi Haluti mengaku tak percaya dengan kabar tersebut. Dirinya menulis di dinding facebook-nya seperti ini: Ya Allah masih belum percaya. tapi kenyataannya kau telah tiada. Begitu cepat kepergiaanmu, smoga kau Khusnul khatimah sayang. Engkau orng yg baik dan ramah pada semua orang, engkau menyayangi semua orang yg kau kenal. bukan hanya kami keluarga yg menyayangimu tapi seluruh orng yg mengenalmu pasti menyayangimu bahkan anak2 didikmu pun sangat menyayangimu. tapi Tuhan lebih sayang padamu. Slamat jln sayang, jlnmu jalan kami juga. Surga menantimu Bu guru cantik dan baik hati.

Lebih mencengangkan lagi, korban yang baru saja merayakan ulang tahun ke 39 pada 12 Desember 2019 ini, sempat menggoreskan sebuah tulisan dalam beranda facebooknya. Tulisan dimaksud yakni: Bila waktuku telah habis, tentu tak berarti lagi mata ini menangis. terimakasih ya Allah, karena Engkau telah memberikan kesempatan lagi, kesempatan menjadi pribadi yg lebih baik lagi… semoga Engkau memudahkan jalanku.. Ya Allah jika di usia sebelumnya banyak sekali melakukan kesalahan tetapi Engkau maha pengampun ya Rob, kini umurku selalu bertambah dan usiaku selalu berkurang, aku sudah lanjut usia, aku mohon kepada-Mu ya Rob berilah aku hidayah agar dapat menikmati hari tuaku ini bersama anak2ku untuk selalu bertakwa kepada-Mu…Aamiin. #Barakallah_fii_umurik_for_me_39′. (nrt/hg)

BACA  Tabrakan di Ilangata, seorang Remaja Meninggal Dunia

Komentar