Kamis, 21 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pembunuhan Security di Rachmat Karaoke, Pelaku Terancam Hukuman Seumur Hidup

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 23 Agustus 2017 | 13:30 PM Tag: , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Sejumlah fakta baru terungkap dalam sidang ketiga kasus pembunuhan terhadap Syafruddin Abdullah (49) alias Ka Pudin, securirty Rahmat Karaoke, Kota Gorontalo, pertengahan Maret 2017 silam. Terdakwa ZD alias Zul (31) terancam hukuman seumur hidup karena diduga aksinya merupakan bagian dari pembunuhan berencana.

Sidang yang berlangsung di ruang I Pengadilan Negeri (PN) Gorontalo, diagendakan pemeriksaan terhadap 5 saksi yang diduga kuat ikut mengetahui kronologis kejadian yang sempat menghebohkan warga Kota Gorontalo itu.

Sayangnya, dari 5 saksi yang dipanggil oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), hanya 3 saksi yang datang. Masing-masing Rosnal Bako dan Affandi Butolo yang merupakan teman terdakwa ZD (31) alias Zul, serta Syarif Abdullah yang tak lain merupakan adik kandung korban. Sedangkan saksi kunci, Erni Darise selaku istri korban dan Alwin Kau yang merupakan teman terdakwa berhalangan hadir.

Usai sidang, JPU Santo Usman, mengungkapkan, dari pengakuan sejumlah saksi dan fakta persidangan, sebelum menghabisi korban, Zul sempat berusaha menutupi kamera pengawas di Rahmat Karaoke. Hal inilah yang kemudian menjadi alasan penuntut umum menduga kuat adanya unsur perencanaan sebelum terjadinya pembunuhan itu.

“Dugaan inilah yanh kemudian akan kami konfrontir dengan kesaksian Alwin yang juga merupakan saksi kunci dalam kasus ini,” ujar Santo.  Tak hanya itu, dikatakan Santo bahwa Alwin Kau, menurut hasil keterangan saksi lain, sempat memberikan sebuah pisau yang diduga kuat digunakan oleh terdakwa untuk menghabisi korban.

“Kesaksian dari rekan pelaku, saat datang ke room karaoke, tersangka tidak membawa pisau atau benda tajam sejenisnya,” tegasnya.  Sayang, Alwin Kau sendiri tidak menghadiri sidang. “Di sidang selanjutnya, kami akan memanggil paksa Alwin, untuk hadir sebagai saksi,” tambahnya.

Terdakwa ZD alias Zul hingga saat ini diancam dengan dua pasal sekaligus, yakni pasal 338 tentang pembunuhan dan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun dan maksimal penjara seumur hidup. Sidang ini sendiri berlangsung dengan aman.

Diketuai oleh Hakim Ketua Fatturochman, sidang yang berlangsung selama kurang lebih satu jam itu ditutup dan akan diagendakan ulang selasa pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sebelumnya, Tragedi pembunuhan ini terjadi Minggu (19/3) silam. Pembunuhan yang sempat menghebohkan warga Kota ini diduga buntut dari dendam lama. Pudin tewas dengan tiga luka tikaman di bagian perut dan dada, serta luka sayatan dibagian tangan kanannya. (tr-45/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar